Kumparan Logo

Ini Deretan Perusahaan Swasta yang Resmi Kelola Pelabuhan Patimban

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) melepas keberangkatan kapal MV Ostina saat mengecek kesiapan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020). Foto: ANTARA FOTO/Humas Kementerian Perhubungan/Handout
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) melepas keberangkatan kapal MV Ostina saat mengecek kesiapan operasional Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020). Foto: ANTARA FOTO/Humas Kementerian Perhubungan/Handout

Kementerian Perhubungan resmi melakukan handover pengelolaan Pelabuhan Patimban kepada perusahaan swasta, yaitu PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PT PPI) dengan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Hari ini satu sejarah baru pemerintah berhasil membangun satu pelabuhan lagi dan dilakukan kerja sama KPBU dengan swasta, nanti akan dioperasikan oleh PT PPI,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam peresmian Pelabuhan Patimban di Subang, Jumat (16/12).

PT PPI merupakan Konsorsium Patimban yang terpilih menjadi operator Pelabuhan Patimban melalui mekanisme pelelangan. Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengumumkan pemenang proyek ini pada 30 Desember 2020 lalu.

Adapun konsorsium tersebut terdiri PT CTCorp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Services, PT U Connectivity Services, dan PT Terminal Petikemas Surabaya.

Seluruhnya telah membentuk Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Patimban Internasional sebagai BUP Pelaksana Proyek KPBU, sekaligus sebagai Mitra Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur Pelabuhan Patimban Provinsi Jawa Barat.

Dalam melaksanakan proyek pengelolaan Pelabuhan Patimban, total nilai biaya modal yang disepakati dalam kerja sama yaitu sekitar Rp 18,9 triliun dan total nilai biaya operasional sekitar Rp 64,3 triliun.

Lingkup Perjanjian KPBU adalah penyediaan suprastruktur di Pelabuhan Patimban untuk kapasitas terminal petikemas sebesar 3,75 Juta TEUs dan kapasitas terminal kendaraan sebesar 600.000 CBUs dengan jangka waktu kerja sama selama 40 tahun sejak tanggal operasi tahap 1.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan meresmikan penyerahan Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban pada Jumat (17/12/2021) Foto: Dok. Kemenhub

Selain itu, Menhub mengatakan, perusahaan swasta lain yang akan mengelola Pelabuhan Patimban bersama PT PPI yaitu Toyota Tsusho Corporation. Hal ini merupakan bagian dari kerja sama antara Indonesia dan Jepang.

“Ini bagian dari kerja sama kita dengan Jepang yang sudah berusia 60 tahun. Insya Allah keeratan atau kolaborasi Indonesia dipahami, bisa memberikan satu daya saing yang lebih baik,” tuturnya.

Dia menyebutkan, Pelabuhan Patimban merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan indeks logistik nasional dan berkolaborasi dengan Tanjung Priok untuk menjadi hub yang memiliki daya saing di kawasan Asia Tenggara.

Dengan pelabuhan ini, dia pun berharap daya saing logistik Indonesia bisa ditingkatkan. Sekaligus memberikan kesempatan pada swasta untuk mengoperasikan pelabuhan besar.

Posisi Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) Fuad Rizal. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Pelabuhan Patimban adalah satu pelabuhan yang besar yang pada saat ultimate-nya pada 2027 dengan kurang lebih 7 juta TEUs dan lebih dari 2 juta mobil dalam satu tahun. Kami mengharapkan PT PPI juga bekerja sama dengan PT Toyota Tsusho untuk mengelola kegiatan pelabuhan ini dengan baik,” kata dia.