Kumparan Logo

Ini Faktor Pendorong Unilever Catat Kenaikan Laba, Meski Ada Tekanan Inflasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi produk Unilever. Foto: monticello/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi produk Unilever. Foto: monticello/Shutterstock

Unilever Plc memutuskan untuk menaikkan panduan penjualan di tahun ini setelah berhasil mencatatkan kenaikan penjualan dasar di semester I 2022 sebesar 8,1 persen secara year on year. Kenaikan pendapatan itu di atas konsensus pasar yang sebesar 7,2 persen.

Adapun kenaikan penjualan tersebut juga terkerek karena perusahaan menaikkan harga jual untuk melawan lonjakan inflasi yang terjadi saat ini. Sebelumnya perusahaan konsumer terbesar di dunia itu memperkirakan pertumbuhan penjualan dasar setahun penuh di 2022 ini di atas kisaran 4,5 persen hingga 6,5 persen.

Tak hanya pendapatan yang naik, Unilever juga mencatatkan kenaikan omzet di setengah tahun ini naik 14,9 persen menjadi 29,6 miliar euro atau setara USD 30,25 miliar.

“Pertumbuhan penjualan yang mendasari 8,1% didorong oleh harga yang kuat untuk mengurangi inflasi biaya input, yang, seperti yang diharapkan, berdampak pada volume,” kata CEO Unilever, Alan Jope seperti dikutip dari CNBC, Rabu (27/7).

Unilever Indonesia Catat Laba Bersih Rp 3,4 T hingga Juni 2022, Naik 12,6 Persen

Pimpinan direksi PT Unilever Indonesia Tbk. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Senada dengan global, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan laporan kinerja keuangan untuk semester pertama 2022 (tidak diaudit). Pada semester pertama tahun ini, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih Rp 3,4 triliun atau meningkat sebesar 12,6 persen (yoy).

Selain itu, perseroan berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 21,4 triliun dengan penjualan domestik bertumbuh sebesar 6,8 persen secara tahunan (yoy) atau 7,8 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk Ira Noviarti menyampaikan, Unilever terus bertumbuh dengan kinerja yang kuat meskipun diterpa tantangan harga komoditas yang kian melonjak.

Kinerja positif Unilever ini didorong oleh beberapa hal, di antaranya fundamental yang solid melalui penguatan pondasi di-distributive trade, penguatan di channel masa depan (e-commerce), dan di kategori dan brand-brand kunci yang didukung dengan investasi yang kuat.

Pimpinan direksi PT Unilever Indonesia Tbk. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Terkait lonjakan inflasi sendiri Unilever Indonesia mengaku turut terimbas. Meski demikian, Direktur Customer Operation PT Unilever Indonesia Tbk, Enny Hartati Sampurno mengatakan, perseroan masih mampu mencatatkan keuntungan hingga paruh pertama 2022.

"Jadi di semester I ini memang cost inflasi dari material itu sangat tinggi. Tapi profitabilitas Unilever Indonesia masih bisa kita maintenance. Hal itu ditunjang oleh beberapa hal. Pertama kita mengadakan press increase to cover the material price inflation. Kedua cost saving," ungkap Enny dalam konferensi pers, Selasa (26/7).