Investasi Pasar Modal Makin Cuan, Jumlah Orang Kaya Bisa Tembus 250 Ribu di 2025
·waktu baca 3 menit

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimistis jumlah orang kaya Indonesia (High Net Worth Individual/HNWI) tumbuh di atas 60 persen atau mencapai lebih dari 250.000 orang pada 2025.
Head of Priority Wealth Management Mirae Asset Sekuritas Fransisca Wiryasaputra mengatakan, tren pasar saham yang masih positif masih akan mendukung pertumbuhan jumlah HNWI yang gemar investasi di pasar modal. Optimisme pertumbuhan jumlah orang kaya tersebut juga akan mendukung layanan HNWI Mirae Asset Sekuritas yaitu Sage Club yang dia pimpin.
“Sebagian besar faktornya disebabkan oleh suplai uang beredar yang bertambah seiring dengan pertumbuhan pasar modal. Kami optimistis karena juga didukung data bahwa dana nasabah HNWI yang dikelola Sage Club sudah tumbuh 95 persen sejak layanan priority wealth management diluncurkan pada awal 2022,” ujar Fransisca dalam Media Day: June by Mirae Asset Sekuritas, Kamis (9/6).
Fransisca menjelaskan, saat ini postur HNWI Indonesia didominasi oleh kelompok generasi baby boomer, gen X, dan milenial. Saat ini milenial atau kelompok umur 26-39 tahun sudah menguasai sepertiga atau 33 persen angkatan kerja. Namun, kelompok umur Gen Z tidak lama lagi akan mendominasi HNWI seiring berjalannya waktu karena saat ini jumlahnya mencapai sepertiga dari jumlah penduduk dunia.
Fransisca mengungkapkan, dana nasabah HNWI yang dikelola Sage Club sudah tumbuh 95 persen sejak layanan priority wealth management diluncurkan pada awal 2022. Sage Club merupakan layanan HNWI terlengkap pertama di pasar modal dengan minimal portofolio nasabah senilai Rp 3 miliar. Nasabah juga mendapatkan fasilitas aplikasi pengelolaan keuangan untuk memonitor kekayaannya.
Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan tambahan dana di rekening dengan saldo di atas Rp 5 miliar yang nota bene merupakan milik orang-orang kaya naik double digit.
"Jadi kalo orang kaya makin bagus ekonominya, makin kenceng tumbuhnya, double digit-lah 16 persen tahun yoy (year on year),” ungkap Ketua dewan komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (12/4).
Adapun jenis simpanannya tersebar dalam bentuk deposito tabungan rekening giro serta bentuk simpanan lainnya. Menurut Purbaya, penyebab peningkatan harta orang kaya itu karena ekonomi bagus dan beberapa harga komoditas naik.
"Pokoknya orang kaya banyak yang punya batu bara. Tapi secara umum karena fondasi ekonomi membaik," pungkas Purbaya.
Purbaya menilai, jumlah simpanan akan terus meningkat. Seiring dengan pertumbuhan PDB dalam negeri hingga 10 persen.
"Jumlah simpanan akan naik terus. Kalau pertumbuhan tahun ini 5 persen tambah inflasi 3 persen itu nominalnya 8 persen, ini kira kira Mungkin pertumbuhan PDB kita 8 sampe 10 persen,” kata dia.
