Investor Asing Masih Jual Bersih Rp 354 M di Sesi I, TPIA dan CUAN Jadi Buruan
·waktu baca 2 menit

Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 354,23 miliar pada perdagangan sesi I, Selasa (2/6). Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, nilai pembelian asing mencapai Rp 5,43 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai Rp 5,78 triliun.
Di tengah aksi jual bersih tersebut, sejumlah saham justru menjadi sasaran akumulasi investor asing. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin daftar pembelian bersih asing dengan nilai Rp 114,70 miliar dari volume transaksi 60,49 juta saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang diborong asing senilai Rp 73,27 miliar dengan volume 94,86 juta saham. Investor asing juga mencatatkan beli bersih pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 69,50 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 69,12 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 61,67 miliar.
Selain itu, asing mengoleksi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 29,46 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 28,34 miliar, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 18,12 miliar, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp 9,59 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 9,41 miliar, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) Rp 6,48 miliar, PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 6,01 miliar, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 5,99 miliar.
Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp 121,65 miliar dari volume 24,81 juta saham.
Aksi jual juga membayangi PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 77,22 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 70,82 miliar, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp 64,57 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 62,28 miliar, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 46,54 miliar.
Selain itu, investor asing mencatatkan jual bersih pada PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp 34,71 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 32,08 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 30,80 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 29,02 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 24,03 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 23,97 miliar, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 22,65 miliar.
