Kumparan Logo

Investor China Garap Kawasan Industri Kaltara, Groundbreaking Desember 2023

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi menggelar pertemuan bisnis dengan Kamar Dagang Tiongkok dan sejumlah pengusaha di China. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi menggelar pertemuan bisnis dengan Kamar Dagang Tiongkok dan sejumlah pengusaha di China. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Menteri Investasi/ Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, investor China akan mengembangkan kawasan industri Kalimantan Utara (Kaltara). Proses itu bakal mulai digarap pada Desember 2023.

Hal itu dikatakan Bahlil usai pertemuan Presiden Jokowi dengan para pengusaha China di Shangri-La Hotel, Chengdu, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat(28/7). Bahkan komitmen investasi itu sudah ditunjukkan dalam penandatanganan perjanjian pemerintah Indonesia dan pengusaha China.

“Hari ini saya mendampingi bapak presiden joko widodo dalam melakukan pertemuan dengan beberapa CEO ternama di China, yang pertama adalah kita membahas dengan 4 CEO besar yang akan melakukan investasi di kawasan industri kaltara,” jelas Bahlil.

“Mereka akan segera melaksanakan groundbreaking setelah beberapa syarat internal dari China selesai dan kemungkinan besar akan melakukan di Desember ini,” -Menteri Investasi/ Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia-

Presiden Jokowi menggelar pertemuan bisnis dengan Kamar Dagang Tiongkok dan sejumlah pengusaha di China. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Sebelumnya Jokowi menyampaikan kepada para investor China untuk tidak ragu menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi ketika berinvestasi di Indonesia.

“Saya berharap kalau ada masalah-masalah di lapangan baik mengenai pembebasan tanah, baik mengenai izin, tolong disampaikan,” ucap Presiden.

Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terbuka untuk menampung segala informasi mengenai permasalahan yang dirasakan oleh para investor untuk dapat diselesaikan.

“Informasi dari bapak-bapak semua akan kami tampung dan kami akan selesaikan,” ucapnya.