Kumparan Logo

Investor China Tertarik Bangun Kereta Gantung di Pegunungan Kudus: Buat Wisata

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kereta gantung. Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kereta gantung. Foto: shutterstock

Investor asal China tertarik untuk membangun jaringan kereta gantung atau gondola di kawasan pegunungan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hal itu diungkapkan Bupati Kudus, Hartopo, soal ketertarikan pemodal asal China berinvestasi di wilayahnya.

Hartopo menjelaskan, wilayah yang dijajaki untuk dibangun jaringan kereta gantung oleh investor China ada di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. "Lokasi yang diminati, sekitar Desa Ternadi dan Colo (Kecamatan Dawe)," kata Hartopo, Rabu (2/2).

Seperti dilansir Antara, Hartopo menjelaskan investor China tersebut baru sebatas mengungkapkan ketertarikan. Hal itu belum ditindaklanjuti dengan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor tersebut.

Untuk memastikan rencana investasi kereta gantung tersebut, Pemkab Kudus juga bertemu dengan investor asal China itu di Jakarta, guna memastikan keseriusannya membangun kereta gantung.

Bupati Kudus Hartopo saat tinjau penanganan corona. Foto: kumparan

"Rencananya, mereka akan melakukan survei lokasi terlebih dahulu guna memastikan daerahnya cocok untuk dibangun kereta gantung atau tidak," ujarnya.

Promosi peluang investasi yang dilakukan Pemkab Kudus selama ini, diakui baru bisa menggaet investor asal China. Sedangkan investor dalam negeri belum ada yang tertarik menanamkan investasinya di Kudus.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Jika rencana investasi kereta gantung baru sebatas ketertarikan, maka pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) oleh investor China sudah melangkah ke MoU. Rencananya sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kudus, akan diolah sebagai bahan baku energi listrik.

Selain itu, investor juga melirik lahan kosong bekas gedung pertemuan ngasirah di Jl. Jenderal Sudirman, serta bekas pusat perbelanjaan Matahari Plasa Kudus di Jl. Loekmono Hadi Kudus.

"Rencananya lahan kosong tersebut akan dibangun hotel sekaligus pusat perbelanjaan. Jika diperbolehkan, investor juga berminat menjadikan Pasar Kliwon sebagai pasar grosir untuk ditata agar menjadi pusat perbelanjaan modern," ujar Bupati Kudus Hartopo.