Kumparan Logo

Investor Pasar Modal RI Capai 2,48 Juta Orang

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2019 di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/12). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2019 di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/12). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal mencapai 2,48 juta per 27 Desember 2019. Angka itu meningkat sebanyak 53,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yaitu 1,62 juta investor.

"Jumlah total investor di Pasar Modal meliputi investor saham, reksa dana, dan surat utang telah mencapai 2,48 juta investor (SID) atau naik lebih dari 50 persen (53,04 persen) dari tahun 2018 yakni sebanyak 1,62 juta investor," ujar Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo, dalam konferensi pers penutupan perdagangan bursa di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/12).

Ia menyebut komposisi investor pasar modal Indonesia saat ini masih didominasi oleh investor domestik dibandingkan asing.

"Untuk investor lokal mencapai 98,97 persen dan asing 1,03 persen," ucapnya.

Ia menjelaskan investor tertinggi berasal dari pasar reksa dana yang mencapai 1,7 juta investor. Sedangkan, investor C-BEST mencapai 1,1 juta, dan sisanya 316.000 investor masuk ke dalam surat berharga negara.

Data demografi dari keseluruhan investor di Indonesia saat ini didominasi oleh pria sebanyak 59,41 persen dengan total aset mencapai Rp 343,17 triliun. Sementara, untuk investor perempuan mencapai 40,59 persen dengan total aset Rp 89,44 triliun.

Ilustrasi pergerakan saham. Foto: Antarafoto

Untuk sebaran investor domestik pada tahun ini yang berpusat di Pulau Jawa mencapai 71,76 persen. Turun dari sebelumnya pada 2018 mencapai 73,51 persen.

"Larinya ke daerah-daerah. Apa yang dilakukan oleh BEI melakukan sosialisasi di daerah bisa dibuktikan data dengan penanaman investor pasar modal dari nilai absolutenya," ujarnya.

Sepanjang tahun 2019 terdapat 55 Perusahaan Tercatat saham baru, dan merupakan aktivitas pencatatan saham baru (IPO saham) tertinggi di antara bursa-bursa di kawasan Asia Tenggara dan peringkat 71 di dunia.

Selanjutnya, aktivitas pencatatan efek di BEI di tahun 2019 juga diikuti oleh 14 pencatatan Exchange Traded Fund (ETF) baru, 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Obligasi Korporasi Baru (diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat yang baru pertama kali mencatatkan efeknya di bursa), 2 Dana Investasi Real Estate Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DIRE-KIK) dan 1 Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DINFRA).

Dengan demikian, terdapat 76 pencatatan efek baru di BEI sepanjang tahun 2019, atau melebihi dari target 75 pencatatan efek baru yang direncanakan. Sedangkan, total jumlah Perusahaan Tercatat saham di BEI di penghujung tahun 2019 mencapai 668 perusahaan.