Kumparan Logo

Jakarta Butuh Lebih Banyak Ruang Terbuka Hijau

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)
zoom-in-whitePerbesar
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

DKI Jakarta merupakan kota dengan kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Dengan kondisi tersebut, Jakarta pun memegang predikat sebagai megacity.

Excecutive Steering Committee (SC) Member Atap Jakarta, Sigit Kusumawijaya, mengatakan tingkat kepadatan penduduk tersebut memunculkan banyak tantangan dalam hal pembangunan.

“Ada tiga isu yang muncul di megacity seperti Jakarta yaitu isu sosial, isu ekonomi, dan isu lingkungan,” ungkap Sigit di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/9).

Menurut Sigit, meskipun Jakarta menyandang predikat megacity namun faktanya pertumbuhan ekonomi belum merata. Selain itu, permasalahan yang lain adalah nilai lahan yang semakin tinggi. Hal tersebut membuat upaya pembebasan lahan untuk pembangunan sarana publik menjadi terhambat.

“Itu juga salah satu penyakit di Indonesia. Tapi sejak pemerintahan Pak Jokowi, sudah mencoba dimudahkan. Bisa melalui jalur cepat lewat Pengadilan,” ujarnya.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)
zoom-in-whitePerbesar
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Padahal menurut Sigit pembangunan sarana publik seperti ruang terbuka hijau masih sangat diperlukan di Jakarta. Menurut Sigit, jumlah ruang terbuka hijau masih sangat minim dibandingkan dengan penduduk yang ada.

“Jakarta 9 persen untuk ruang terbuka hijau. Padahal kota sekelas New York sudah 30 persen. Pembangunan gedungnya sangat besar tapi central park juga di bangun sangat luas. Ya, Jakarta juga punya sih Central Park, tapi itu lain,” ujarnya.

Untuk itu menurut Sigit, sangat penting bagi Jakarta untuk memiliki ruang terbuka hijau untuk mengimbangi pesatnya pembangunan. Menurut Sigit, penataan kota yang seimbang akan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Ruang terbuka publik sangat penting dan memiliki dampak besar bagi kualitas penduduk kota dan pengembangan diri mereka,” tandasnya.