Jakarta PSBB Ketat, Jumlah Penumpang KRL Turun 19 Persen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memberlakukan PSBB ketat mulai hari ini. Rem darurat ini dilakukan demi menanggulangi wabah corona yang semakin meningkat di ibu kota. Kebijakan ini ternyata juga berdampak pada aktivitas masyarakat Jakarta, salah satunya tercermin dari menurunnya jumlah penumpang KRL pada Senin (14/9).
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, diberlakukannya kembali PSBB tidak membuat operasional KRL berubah. Namun Didiek tidak menampik volume penumpang terlihat turun di hari pertama PSBB ketat kembali dijalankan.
“Tidak ada perubahan yang berarti dalam oprasional KCI. Namun kondisi pagi ini yang kami amati terdapat sedikit penurunan dibandingkan hari Senin biasanya,” ungkap Didiek dalam acara Selamat Pagi Indonesia, Senin (14/9).
Menurut Didiek, operasional KRL dijalankan seperti pada kondisi PSBB transisi sebelumnya yaitu KRL mulai beroperasi sejak pukul 5 pagi hari hingga pukul 9 malam. Didiek pun mengklaim bahwa perjalanan KRL hari ini terpantau lancar dan aman. Didiek juga mengklaim bahwa pihaknya terus melakukan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus COVID-19 di stasiun maupun kereta.
“Perjalanan KCI lancar dan semuanya disiplin protokol kesehatan dalam rangka pencegahan COVID-19,” ujarnya.
VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba merinci dari pantauan hingga pukul 08:00 WIB pagi ini, pengguna KRL tercatat sebanyak 92.546 pengguna atau berkurang hingga 19 persen dibandingkan Senin (7/9) pekan lalu yang mencapai 114.075 pengguna pada waktu yang sama. Penurunan jumlah pengguna tercatat di hampir seluruh stasiun KRL.
Di Stasiun Bogor misalnya, jumlah pengguna hingga pukul 08.00 WIB tercatat 6.920 pengguna atau turun 17 persen dibanding Senin Pekan lalu pada waktu yang sama. “Sementara di Stasiun Bojonggede tercatat 6.899 pengguna atau turun 4 persen, Stasiun Citayam terdapat 6.590 pengguna turun 18 persen dan di Stasiun Bekasi tercatat 5.224 pengguna atau turun 25 persen,” ujar Anne.
Sementara Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menjelaskan, operasional KRL memang sudah disesuaikan sejak mewabahnya pandemi COVID-19. Sebelum pandemi, KRL beroperasi mulai pukul 4 pagi hingga pukul 12 malam.
“Kemudian di masa pandemi berubah jadi jam 4 sampai jam 21,” ujar Wiwik.
Penyesuaian juga dilakukan pada jumlah perjalanan kereta. Sebelum pandemi, KCI mengoperasikan 991 perjalanan kereta per hari. Di masa pandemi, KCI mengurangi perjalanan menjadi hanya 975 perjalanan kereta per hari.
“Jadi untuk pengaturan perjalanan dan frekuensi kereta ini merupakan kunci yang penting dan harus di atur dengan cermat. Kerena bisa membagi perjalanan orang pada jam-jam tertentu yang akan mengakibatkan kepadatan di stasiun,” ujarnya.
Selain itu KCI juga memberlakukan aturan-aturan tambahan seperti lansia hanya diizinkan naik KRL pada pukul 10 pagi sampai 14 siang. Kemudian anak-anak di bawah 5 tahun untuk sementara tdk diizinkan menggunakan KRL. “Selain itu, penumpang dilarang bicara antara satu pengguna dengan pengguna lain secara lansung ataupun melalui telepon. Ini sejumlah protokol yang sudah kami lakukan selama pandemi,” tegas Wiwik.
