Kumparan Logo

Jangan Panic Buying! Stok Barang Kebutuhan Pokok Aman Selama PPKM Darurat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memakai masker di pasar swalayan. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memakai masker di pasar swalayan. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Kebijakan PPKM Darurat bakal berlaku mulai besok, Sabtu (3/7). Berkaca dari pengalaman yang sudah-sudah, biasanya akan terjadi pemborongan bahan pokok alias panic buying menjelang pengetatan berlaku.

Kepanikan tersebut kemudian berdampak pada masalah lainnya, mulai dari habisnya stok suatu jenis kebutuhan sampai pada melambungnya harga.

Mengantisipasi agar situasi itu tak kembali terulang, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan bahwa stok barang-barang kebutuhan pokok masih aman. Bahkan mencukupi hingga momentum Idul Adha yang jatuh di akhir pemberlakukan PPKM Darurat di 20 Juli 2021.

"Jadi prinsipnya persediaan makanan dan minuman tetap siap, di samping pemerintah menyiapkan cadangan logistik," ujar Tito dalam virtual conference mendampingi Menko Luhut menjelaskan kebijakan PPKM Darurat, Kamis (2/7).

Supermarket hingga Pasar Tradisional Tetap Buka

Tito juga menyampaikan alasan lain kenapa masyarakat tak perlu berbondong-bondong belanja. Selain ketersediaan pasokan yang dipastikan aman, sektor-sektor penyedia kebutuhan pokok juga dipastikan tetap buka.

kumparan post embed

Sektor kritikal terutama yang berhubungan dengan pangan, diizinkan buka 100 persen. Dengan catatan jam operasional dibatasi hingga pukul 20.00 WIB dan pengunjung maksimal 50 persen.

"Produksi makanan-minuman tetap jalan. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong tetap jalan tapi operasional dibatasi sampai pukul 20.00 WIB dan kapasitas 50 persen. Jadi masyarakat enggak perlu berbondong-bondong datang," jelas mantan Kapolri itu.