Jasa Marga Spin Off Anak Usaha Tol Trans Jawa, Ini Keuntungannya Buat Perseroan
·waktu baca 3 menit

PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah resmi melakukan pemisahan (spin off) Divisi Regional Jasamarga Transjawa Tollroad ke anak usaha PT Jasamarga Transjawa Tollroad. Spin off secara resmi ditandai dengan penandatanganan akta pemisahan Divisi Regional Jasamarga Transjawa Tollroad oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk kepada PT Jasamarga Transjawa Tol.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, dan Direktur Utama PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Rudi Kurniadi di hadapan Notaris Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, pada Jumat (1/7). Nilai transaksi dari aksi korporasi tersebut adalah sebesar Rp 18,11 triliun.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana mengatakan, berdasarkan akta pemisahan, Jasa Marga telah melakukan pemisahan Divisi Regional Jasamarga Trans Jawa Tollroad, yang terdiri atas empat segmen operasi jalan tol dengan konsesinya dipegang langsung oleh Jasa Marga dan 9 perseroan terbatas.
"Spin off PT JTT akan membuka ruang dalam menciptakan nilai tambah secara optimal," kata Lisye dalam keterangan resmi, Rabu (6/7).
Sebelumnya, Divisi Regional Jasamarga Transjawa Tollroad mengelola jalan tol operasi sepanjang 676 km yang merupakan jalan tol operasi terpanjang dibandingkan dua regional Jasa Marga lainnya yaitu Metropolitan dan Nusantara. Jalan Tol Trans Jawa juga memiliki potensi pertumbuhan trafik tertinggi.
Lisye menambahkan, PT JTT adalah anak perusahaan terkendali yang 99,19 persen sahamnya dimiliki oleh Jasa Marga yang laporan keuangannya juga tetap terkonsolidasi. Dengan dilakukan pemisahan, PT JTT dapat lebih kompetitif dan agile dalam mengambil keputusan bisnis guna menghasilkan nilai tambah bagi Jasa Marga.
“Pemisahan akan mendorong pengembangan dan pengelolaan aset yang lebih intensif ke depannya sehingga tercipta pemanfaatan aset yang lebih optimal. Selain itu, diharapkan akan mendorong berjalannya praktik-praktik terbaik dan tata kelola perusahaan yang lebih baik,” kata Lisye.
Lisye menyebut pemisahan ini juga akan mendorong efisiensi dari sisi operasional di ruas-ruas terkait sehingga memberikan dampak positif bagi pelayanan bagi pengguna jalan. Aksi korporasi ini merupakan pemenuhan dari hal yang diputuskan saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Jasa Marga yang diselenggarakan pada 27 April 2022 lalu.
Selain itu, PT JTT juga telah melakukan penandatanganan Re-statement Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) 4 segmen operasi Jalan Trans Jawa yang konsesinya dimiliki oleh Jasa Marga yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jalan Tol Semarang Seksi ABC dan Jalan Tol Surabaya-Gempol. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Danang Parikesit dan Direktur Utama PT JTT Rudi Kurniadi.
Pulau Jawa masih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia. Seiring dengan terkoneksinya Jalan Tol Trans Jawa, maka konektivitas antar wilayah di Pulau Jawa juga terwujud.
Prospek Jalan Tol Trans Jawa dalam jangka panjang sangat baik. Konektivitas antara ruas-ruas yang telah mature dan prospektif secara tidak langsung telah menjadi penggerak perekonomian di Pulau Jawa. Sentra ekonomi dan tujuan destinasi pariwisata baru serta aktivitas ekonomi turunannya, menjadikan bangkitan lalu lintas yang positif bagi Jalan Tol Trans Jawa.
