Kumparan Logo

JETP Sudah Salurkan USD 3,1 Miliar Pendanaan Proyek Hijau di RI, Ini Daftarnya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers perkembangan implementasi Just Energy Transition Partnership (JETP), Jumat (5/12/2025). Foto:  Fariza/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers perkembangan implementasi Just Energy Transition Partnership (JETP), Jumat (5/12/2025). Foto: Fariza/kumparan

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang sudah disalurkan ke proyek-proyek hijau di Indonesia mencapai USD 3,1 miliar.

Hal ini diungkapkan setelah rapat koordinasi perkembangan JETP pemerintah Indonesia bersama Duta Besar negara-negara anggota International Partners Group (IPG), perwakilan Uni Eropa, Glasgow Financial Alliance 1for Net Zero (GFANZ), serta Asian Development Bank (ADB), World Bank, dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Airlangga mengatakan, pada saat diluncurkan pada G20 Indonesia tahun 2022 lalu, JETP menargetkan penggalangan dana senilai USD 20 miliar, namun komitmen bertambah menjadi USD 21,4 miliar yang berasal dari IPG sebesar USD 11,4 miliar, dan USD 10 miliar dari GFANZ.

"Dana yang dari USD 20 miliar yang sudah dimobilisasi adalah USD 3,1 miliar dengan skema JETP dan USD 5,5 miliar lagi sedang dalam proses negosiasi untuk proyek-proyek konkret," ungkapnya saat konferensi pers, Jumat (5/12).

Airlangga menambahkan, Inggris dan Irlandia juga menyampaikan dua studi terkait Just Framework yang memberikan langkah-langkah implementatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan inklusivitas dalam transisi energi Indonesia.

Di sisi lain, dia juga mengapresiasi Pemerintah Jepang atas kontribusinya melalui Sekretariat JETP, serta kepada seluruh donor IPG atas dukungannya dalam penyusunan JETP Progress Report 2025 yang sedang difinalisasi.

Laporan tersebut akan menjadi pondasi untuk memperkuat fase implementasi proyek dan program transisi energi ke depan, yang akan dilanjutkan di bawah kepemimpinan Pemerintah Jerman dan Jepang melalui JETP Delivery Unit (JDU).

Konferensi pers Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait perkembangan implementasi Just Energy Transition Partnership (JETP), Jumat (5/12/2025). Foto: Fariza/kumparan

Airlangga memaparkan beberapa proyek yang sudah mendapatkan komitmen pendanaan JETP antara lain Green Energy Corridor Sulawesi (GECS), program Dedieselisasi, lalu proyek Waste to Energy yang dikombinasikan dengan Asia Zero Emission Community (AZEC), serta pengembangan PLTS atap (Solar Rooftop).

"Kemudian rencana proses untuk pengadaan renewable energy ataupun tender, karena kita sudah ada RUPTL PLN sendiri memasukkan 70 GW hingga tahun 2034," katanya.

Adapun beberapa proyek pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang dalam rencana prioritas pendanaan JETP antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Saguling, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di daerah Sumatera Selatan.

"Tentu kita berharap bahwa USD 20 miliar ini kita bisa segera serap dalam program konkret yang ada nanti, dan itu semua sebetulnya sudah on the pipeline, dan dokumentasi juga sudah disiapkan, dan juga ada involvement dari perbankan, GFANZ, KFW, maupun ADB," kata Airlangga.

instagram embed