Kumparan Logo

JK: Masyarakat Sudah Terlalu Lama Menikmati Tiket Pesawat Murah

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres. Foto: Nadia Riso/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres. Foto: Nadia Riso/kumparan

Rencana Presiden Jokowi mengundang maskapai asing untuk beroperasi di Indonesia, banyak dinilai positif karena akan menghilangkan dupoli Garuda dan Lion sehingga harga tiket pesawat akan kembali murah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kehadiran maskapai asing di Indonesia sebenarnya bukanlah hal baru. Saat ini, ada maskapai asing seperti AirAsia yang beroperasi di Indonesia.

"Sebaliknya, maskapai Indonesia (seperti) Lion Air, ada Lion Air Malaysia, ada Lion Air Thailand, ada di Afrika, itu saling memasuki," kata JK di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (4/6).

Bergelut di bidang bisnis industri penerbangan tidaklah mudah. Menurut Jusuf Kalla, perlu dipikirkan bagaimana keberlangsungan bisnis maskapai itu sendiri jika mekanisme pasar dengan perang harga berlaku.

"Kalau terlalu murah dia akan bangkrut. Coba Garuda, dalam kondisi harga Garuda yang lebih tinggi juga mengalami kesulitan," jelasnya.

Lion Air dan Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-hatta, Jakarta. Foto: AFP/Adek BERRY

Menurut JK, polemik kenaikan harga tiket pesawat yang saat ini terjadi disebabkan karena masyarakat sudah terlalu lama menikmati harga tiket pesawat yang murah. Padahal tarif pesawat saat ini tak jauh berbeda dari sebelum adanya perang tarif.

"Jadi masyarakat kita sudah terlalu lama menikmati tarif murah. Begitu tarif naik menganggapnya (mahal). Dulu tarif ini biasa," ungkapnya.

JK menyebut hampir semua maskapai penerbangan mengeluarkan uang yang tidak sedikit dalam pengelolaannya.

"Jadi saya kira maskapai asing pun tentu sama saja cost-nya. Cost airlines itu pesawat, avtur, pemeliharaan, ongkos personel, semua hampir sama semuanya. Mau maskapai asing dari mana semua sama," pungkasnya.