Jokowi Bersyukur Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa di Atas 5 Persen

Presiden Jokowi mengaku bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga di atas 5 persen. Meskipun menurun dari kuartal yang sama tahun lalu dan kuartal II-2019, pertumbuhan ekonomi itu dipandang cukup baik di tengah perlambatan ekonomi dunia dan dampak perang dagang Amerika Serikat-China.
Bahkan Jokowi menyebut ada negara yang ekonomi hanya tumbuh mendekati nol persen atau ada juga yang negatif.
"Patut kita syukuri kita jangan kufur nikmat bahwa kita masih bisa mempertahankan di atas 5 persen, lebihnya sedikit. 5 persen mesti kita syukuri alhamdulillah," kata Jokowi dalam sambutannya di HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11).
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal III 2019 mencapai 5,02 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Jokowi pun masih percaya jajaran kabinet di bidang ekonomi, khususnya di bawah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dapat menjaga ekonomi Indonesia tumbuh stabil.
Namun, Jokowi mengingatkan kepada tim ekonominya untuk waspada. Ia mendapat masukan dari lembaga internasional seperti Internasional Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia bahwa situasi ekonomi tahun depan diramal bakal lebih sulit.
Mereka menyarankan Indonesia harus berhati-hati, termasuk dalam mengambil kebijakan moneter dan fiskal.
"Presiden Bank Dunia (menelpon) menyampaikan hati-hati Presiden Jokowi, dalam setahun ke depan hati-hati mengelola baik moneter maupun fiskal. Ketemu juga kemarin waktu di Bangkok, IMF, hati-hati, tidak mudah mengelola gejolak ekonomi dalam situasi yang tidak pasti," ungkapnya.
