Kumparan Logo

Jokowi: BUMN Jangan Ambil Semua Proyek Infrastruktur!

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).  Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu (6/11). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan agar BUMN tak mengambil seluruh proyek infrastruktur. Sebab, banyak pengusaha yang belum terlibat kerjakan proyek.

Menurut Jokowi, proyek infrastruktur seharusnya tidak hanya dinikmati oleh perusahaan pelat merah. Swasta juga harus terlibat dalam pembangunan.

"BUMN jangan ambil semuanya. Berikan ruang bagi swasta, termasuk pengusaha lokal untuk terlibat pengembangan infrastruktur ini," katanya dalam acara Konstruksi Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11).

Jokowi memerintahkan dalam 5 tahun ke depan pemerintahannya, perusahaan swasta diberi prioritas. Jika swasta tidak mampu, kata dia, baru menunjuk BUMN untuk menggarap proyek tersebut.

"Saya sudah perintahkan, enggak sekali dua kali. Saya harap 5 tahun ke depan, peran swasta bisa diberikan ruang sebesar-besarnya," ujarnya.

Menurut Jokowi, untuk proyek dengan nilai pengembalian investasi yang rendah, tak masalah diserahkan kepada BUMN. Sebab BUMN memiliki fasilitas Penyertaan Modal Negara (PMN).

Presiden Jokowi tinjau lokasi alternatif ibu kota di Bukit Soeharto, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Kutai Kartanegara, Kalimantan TImur. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman

"Kalau swasta tak mau, baru silakan BUMN kerjakan. Terutama yang IRR (Investment Return Rate) rendah karena ada suntikan PMN. Kalau BUMN tak mau baru pemerintah," katanya.

Jokowi memamerkan 5 tahun awal pemerintahannya, jalan tol sepanjang 1.500 km terbangun. Sehingga indeks pembangunan infrastruktur Indonesia yang naik 30 peringkat di posisi 52.

"Negara ini negara besar, bukan hanya Jawa. Kita di Jawa mungkin nikmati mulusnya jalan, tapi lihat provinsi lain. Misalnya di Papua. Mana jalan di Papua? Di Merauke sampai Boven Digoel, sekarang sudah baik," ujar Jokowi.