Kumparan Logo

Jokowi: Cadangan Devisa USD 135 Miliar, Cukup Buat Cicil Utang dan Impor Setahun

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo. Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo. Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeklaim saat ini perekonomian sudah menunjukkan perbaikan. Salah satunya terlihat dari cadangan devisa di Bank Indonesia (BI) saat ini yang sebesar USD 135 miliar.

“Saya juga memperoleh laporan bahwa cadangan devisa di Bank Indonesia saat ini sebesar USD 135 miliar. Lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan cicilan utang luar negeri dan impor untuk satu tahun ini,” kata Jokowi saat acara Ekonomi Outlook 2021 yang digelar CNBC Indonesia, Kamis (25/2).

Karyawan menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Rabu (6/1). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Selain cadangan devisa tersebut, Jokowi mengatakan nilai tukar rupiah juga cukup stabil sejauh ini. Ia menjelaskan pasar modal juga masih atraktif dengan total kapitalisasi saham sebesar Rp 6.970 triliun. Jumlah investor lokal di pasar modal tumbuh hingga 4 juta investor ritel.

“Pertumbuhan ekspor lebih tinggi dibanding impor sehingga terdapat surplus neraca perdagangan tahun 2020 sebesar USD 21,74 miliar. Padahal tahun 2019 defisit kita sebesar USD 3,59 miliar,” ujar Jokowi.

kumparan post embed

Lebih lanjut, Jokowi membeberkan realisasi investasi Penyertaan Modal Asing (PMA) dan Penyertaan Modal Dalam Negeri (PMDN) melampaui target hingga 101,1 persen atau senilai 826,3 triliun. Rinciannya adalah 50,1 persen PMDN dan 49,9 persen PMA.

“Penanaman modal ini diinvestasikan di luar Jawa 50,5 persen dan di Jawa 49,5 persen. Investasi sudah sedikit bergeser ke luar Jawa. Artinya kita mempunyai modalitas kuat untuk bangkit dan tumbuh,” tutur Jokowi.