Kumparan Logo

Jokowi: Digitalisasi Ekonomi Lahirkan 2 Decacorn dan 9 Unicorn

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi hadiri Sidang Tahunan MPR 2022, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022) Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi hadiri Sidang Tahunan MPR 2022, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022) Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi menyebut digitalisasi ekonomi telah membuat startup atau perusahaan rintisan di Indonesia, mampu berkembang menjadi decacorn dan unicorn.

Dalam sidang tahunan MPR bersama DPR RI, Jokowi mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia sudah punya 2 decacorn dan 9 unicorn.

Decacorn sendiri merujuk pada perusahaan yang telah memiliki valuasi di atas USD 10 miliar. Sementara unicorn adalah kategori startup dengan valuasi sebesar USD 1 miliar.

"Digitalisasi ekonomi yang telah melahirkan dua decacorn dan 9 unicorn terus kita dorong untuk membantu pemberdayaan UMKM," ujar Jokowi dalam sidang yang digelar Selasa (16/8).

Menurut Jokowi, UMKM harus terus didukung agar mampu mengikuti jejak perusahaan-perusahaan rintisan yang akhirnya berkembang jadi perusahaan dengan kapitasisasi pasar yang besar.

Atas dasar itu, kata Jokowi, digitalisasi UMKM terus dikebut oleh pemerintah. Sebagaimana telah banyaknya UMKM yang beralih mengadaptasi teknologi digital selama pandemi COVID-19.

"19 juta UMKM telah masuk dalam ekosistem digital. Ditargetkan sebesar 30 juta UMKM akan masuk ekosistem digital pada tahun 2024," pungkas Jokowi.

Untuk mencapai keinginan tersebut, kata Jokowi, pemerintah mengucurkan berbagai bantuan pendanaan murah buat UMKM. Di samping itu, penayangan produk UMKM di E-katalog pemerintah diharapkan akan menyerap produk UMKM lebih banyak.

"Di saat yang sama, kewajiban APBN, APBD, dan BUMN untuk membeli produk dalam negeri juga akan terus didisiplinkan," tutur Jokowi.