Jokowi Kembali Singgung Investor Asing Ogah ke RI: karena Izin Ruwet

Presiden Joko Widodo kembali menyinggung soal investor asing yang ogah berinvestasi ke Indonesia. Jokowi menjelaskan faktor yang paling utama adalah karena proses perizinan yang masih ruwet.
Jokowi menyebut dari 33 industri China yang relokasi akibat dampak perang dagang, ada 23 industri yang relokasi ke Vietnam. Sedangkan 10 lainnya berpencar ke negara-negara ASEAN lain seperti Kamboja, Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Tidak ada satupun ke Indonesia.
"Problemnya ruwetnya perizinan di pusat termasuk juga ruwetnya perizinan di daerah, ruwet semua. Ini pekerjaan besar kita di situ yang menyangkut Permen (Peraturan Menteri) tolong beritahukan ke saya karena itu akan kita hapus," tegas Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11).
Padahal kata Jokowi investasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi, neraca perdagangan Indonesia terus-terusan defisit. Maka yang bisa dilakukan adalah hanya dengan 2 cara yaitu dengan menggenjot investasi dan ekspor.
"Karena itu saya titip kepada daerah, kalau ada investasi yang orientasinya ekspor, sudah tutup mata (dan) tanda tangan izinnya, secepat-cepatnya, urusan keamanan back up dari Polres," katanya.
Sementara itu untuk menekan laju impor yang saat ini menjadi masalah klasik, Jokowi meminta agar lebih banyak industri bisa memproduksi barang substitusi. Harapannya ke depan adalah tidak ada lagi yang namanya defisit neraca perdagangan. Sehingga Indonesia bisa berdaulat karena semua kebutuhan bisa dipenuhi di dalam negeri.
"Kita akan berdaulat betul kalau bisa menyelesaikan ini dan jalan yang kita tempuh tadi perizinan dipermudah, regulasi birokrasi disederhanakan," jelas Jokowi.
