Jokowi Klaim Harga Beras RI Lebih Murah dari Singapura hingga Timor Leste
·waktu baca 2 menit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeklaim harga beras Indonesia lebih murah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Brunei Darussalam dan Timor Leste. Harga beras di Indonesia, menurut Jokowi, masih di kisaran Rp 10.800-13.000.
Jokowi menyebut rata-rata harga beras di Singapura mencapai Rp 21.600 dan Timor Leste mencapai Rp 20.000. Bahkan rata-rata harga beras di Brunei Darussalam mencapai Rp 37.000 per kilogram.
“Harga beras di kita masih di angka Rp 10.800-13.000. Tapi ingat di negara-negara tetangga kita saja harganya sudah sangat tinggi,” kata Jokowi saat menghadiri acara konsolidasi Nasional Jaringan Relawan Alap-alap Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Sabtu (7/10).
Jokowi mengatakan Indonesia masih membutuhkan impor beras 1,5-2 juta ton lagi karena produksi beras dalam negeri masih belum mencukupi. Di samping itu, penduduk Indonesia selalu bertambah setiap tahun.
“Penduduk kita sekarang ini sudah 278 juta. Sebelumnya 270 (juta), ternyata kita terakhir hitungannya adalah 278 juta, sehingga produksi berasnya juga harus nambah terus,” ujarnya.
Jokowi menyebut 20 negara mulai tidak mengekspor beras, ditambah dengan adanya perubahan iklim termasuk cuaca panas dan kemarau yang panjang sehingga produksi beras menurun.
“Problem problem ini kita harus ngerti kenapa ada sebuah kejadian pasti ada masalahnya dan sebagainya,” tutur Jokowi.
Pemerintah akan memberikan bantuan beras sebesar 10 kg ke 21,3 juta masyarakat pada periode September-Oktober 2023. Hal ini guna meringankan beban masyarakat melalui APBN.
Meskipun mayoritas masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras, pemerintah juga melakukan impor 11 juta ton gandum. 30 persen dari total impor gandum tersebut berasal dari Ukraina dan Rusia yang tengah menghadapi perang geopolitik.
“30 persennya itu berasal dari tadi Ukraina sama Rusia. Indomie, ada roti yang kita makan, 30 persen dari negara ini (Rusia-Ukraina), sehingga di sini harganya cukup sedikit naik,” imbuh Jokowi.
