Jokowi Minta OJK Dukung Hilirisasi: Yang Mau Bikin Smelter Masih Sulit Cari Dana
·waktu baca 2 menit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mendorong proses hilirisasi energi. Untuk itu, ia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut memberikan dukungan konkret terkait hilirisasi tersebut.
Apalagi, kata Jokowi, masih banyak pihak yang kesulitan pendanaan saat mau membangun smelter.
"Tadi disampaikan Ketua OJK tentang hilirisasi akan diberikan dukungan. Saya betul-betul minta yang konkret, karena saya masih dengar yang mau bikin smelter saja kesulitan cari pendanaan," ujar Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, Senin (6/2).
Jokowi menegaskan hilirisasi menjadi kunci Indonesia melompat menjadi negara maju. Meski begitu, Ia mengingatkan dukungan pendanaan yang diberikan benar-benar tetap dikalkulasi dan penuh kehati-hatian.
"Kita lihat proses sampai 2018 kita masih berada di lower middle income, kemudian masuk 2018 kita naik ke upper middle income. karena pandemi turun lagi lower middle income, tapi di 2022 kita naik ke upper middle income," ujar Jokowi.
Jokowi mengungkapkan sektor yang perlu didorong hilirisasi yakni CPO, mineral dan batu bara (minerba), serta dari sumber daya laut. Selain itu, adanya hilirisasi nikel menggenjot pendapatan menjadi USD 30 miliar dari USD 1,1 miliar.
"Kemudian lari ke bauksit, lari ke timah, lari ke tembaga, lari ke emas, lari ke gas alam, dan minyak. kalau ini secara konsisten dikerjakan, jadilah kita negara maju," ungkap Jokowi.
Jokowi memproyeksi dampak hilirisasi dari minerba, migas, dan kelautan bisa menyentuh USD 715 miliar dan lapangan kerja yang terbangun bisa mencapai 9,6 juta.
