Kumparan Logo

Jokowi Minta Pembahasan Digitalisasi UMKM Diteruskan di B20 India

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock

Presiden Jokowi membeberkan soal pengembangan digitalisasi bagi kelompok usaha kecil. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berpidato dalam gelaran B20 di Bali pada Senin sore (14/11).

Menurut Jokowi, digitalisasi sangat penting agar sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak tertinggal. Dalam tiga tahun terakhir, kata dia, Indonesia menggenjot agar UMKM masuk dalam platform digital.

"Sampai saat ini ada 19 juta UMKM yang masuk digital platform, dari 64 juta UMKM yang kami miliki," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, Pemerintah Indonesia menargetkan pada tahun 2024 jumlah UMKM yang sudah masuk platform digital bisa mencapai di atas 30 juta.

"Saya titip kepada India agar nantinya yang usaha-usaha kecil, usaha mikro masih dibawa lagi diteruskan. Terakhir saya mengucapkan selamat bekerja bagi Presidensi B20 India tahun depan. Saya yakin B20 akan semakin solid dan berkembang," ujarnya.

Digitalisasi memang menjadi tantangan bagi kelompok usaha kecil mikro. Dalam 15 tahun terakhir, ekonomi digital telah tumbuh 2,5 kali lebih cepat dari PDB Global.

Presiden Jokowi memberi sambutan di rangkaian acara KTT G20 yang digelar di Bali, Senin (14/11/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Dunia, pada tahun 2023 mendatang, diprediksi sebanyak hampir satu miliar orang baru terhubung dengan internet secara global, yang berarti penetrasi internet global mencapai 66 persen.

Selain mempercepat akselerasi ekonomi digital, populasi digital yang tumbuh kian masif telah membuka peluang digital yang lebih luas untuk dieksplorasi.

Namun, menurut data yang diperoleh dari Microsoft Manufacturing Report (2019), diproyeksikan ada USD 19,5 triliun nilai potensial dari aspek infrastruktur digital yang belum tergarap seperti pengembangan Big Data, AI, dan IoT di seluruh dunia.

World Economic Forum juga memperkirakan ekosistem digital dapat membawa dampak positif bagi lingkungan dengan mengurangi emisi karbon global hingga sebanyak 15 persen. Ini menjadi langkah penting yang dapat diambil berbagai sektor industri global, guna memulihkan krisis ekonomi yang disebabkan pandemi.