Kumparan Logo

Jokowi Pastikan Petani yang Gagal Panen Bakal Dapat Bantuan Dana

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa kelas 3 dari SD Kemeri Rejo 1 ini naik ke panggung dan dites oleh Jokowi terkait hafalan Pancasila. Foto: Youtube/Biro Setpers
zoom-in-whitePerbesar
Siswa kelas 3 dari SD Kemeri Rejo 1 ini naik ke panggung dan dites oleh Jokowi terkait hafalan Pancasila. Foto: Youtube/Biro Setpers

Presiden Jokowi memastikan pemerintah akan membantu petani yang mengalami gagal panen. Hal tersebut dilakukan agar petani tetap bisa kembali menanam setelah mengalami gagal panen akibat banjir atau bencana gempa.

Adapun hari ini, Jokowi memberikan bantuan untuk para petani yang gagal panen di beberapa daerah di Jawa Tengah, dengan nilai bantuan dari Rp 122 juta hingga Rp 200 juta.

"Ini kan tadi ada yang dapat satu kelompok, ada yang Rp 200 juta, ada yang Rp 180 juta ada yang Rp 122 juta. Semoga nanti segera diterima uang cash-nya, langsung dipakai tanam, tanam, tanam, tanam," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, gagal panen bukan hanya dialami Indonesia saja, melainkan juga negara lain akibat kekeringan panjang atau lahan pertanian yang terendam banjir.

"Dulu orang membicarakan perubahan iklim, perubahan iklim, perubahan iklim, hanya dibicarakan, tetapi sekarang sudah di depan mata kita, sudah kejadian," ujarnya.

Presiden Jokowi meninjau panen padi di Desa Karanglayung, Sukra, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (13/10/2023). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Bencana di mana mana, negara lain itu produktivitas padinya juga menurun, karena bencana bencana ini, kekeringan panjang, hujan yang juga terus menerus sehingga menyebabkan banyak gagal panen.

Akibat hal tersebut, lanjut Presiden, sedikitnya 22 negara menghentikan kebijakan ekspor berasnya dan memilih untuk mengamankan stok berasnya untuk kebutuhan dalam negerinya. Oleh karena itu, Presiden Jokowi menyebut bahwa petani memiliki peran sentral bagi Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

“22 negara sekarang ini menghentikan ekspor, menghentikan menjual berasnya kepada negara lain. Kalau penduduk sebuah negara hanya 10 juta, 25 juta, gampang. Kita ini 280 juta harus makan semuanya, nggih mboten? Oleh sebab itu, peran bapak, ibu para petani itu sangat penting bagi negara ini,” jelasnya.

instagram embed