Kumparan Logo

JPFA Gelontorkan Rp 1,7 M untuk Bangun Kandang Penelitian di Mojokerto

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kandang ayam Research Japfa Comfeed Indonesia Tbk di Mojokerto, Jawa Timur. Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kandang ayam Research Japfa Comfeed Indonesia Tbk di Mojokerto, Jawa Timur. Foto: Abdul Latif/kumparan

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) akan kembali membangun Chicken House Research Farm atau kandang khusus untuk meneliti pakan ayam. Sebelumnya, perusahaan sudah membangun 18 kandang penelitian.

Senior VP of Feed Technology and Nutrition JPFA, Ferry Poernama, mengatakan untuk pembangunan kandang penelitian ke-19 ini menelan biaya investasi senilai Rp 1,7 miliar. Pembangunan sudah dilakukan sejak 9 bulan lalu.

"Kalau yang kandang baru (ke-19) ini 9 bulan yang lalu. Investasi Rp 1,7 miliar. Kandang khusus penelitian. Ukuran 8x60 meter persegi. Bisa menampung 2.660 ekor ayam," kata Ferry kepada awak media di Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (25/7).

Ferry mengatakan, pembangunan kandang khusus penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pakan ayam. Menurut dia, perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga kualitas.

"Kita di sini enggak ngomongin produktivitas karena ini pengembangan penelitan. Jadi kita ngomongnya soal kualitas," ujarnya.

Ada beberapa tipe kandang penelitian yang terletak di atas tanah seluas 7 hektare (ha). Secara rinci, di dalamnya terdapat 9 kandang ayam broiler, 3 kandang ayam pulet (ayam siap bertelur), dan 7 kandang ayam layer.

"Kandang sangat lengkap. Dari yang jenis terbuka, tertutup," katanya.

Petugas mengecek kandang ayam Research Japfa Comfeed Indonesia Tbk di Mojokerto, Jawa Timur. Foto: Abdul Latif/kumparan

Selain kandang untuk penelitian, JPFA juga memiliki pabrik penelitian pakan ayam (research feed mill). Pabrik pakan ayam ini yang akan menjadi pusat penelitian campuran pakan ayam.

Secara keseluruhan investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan pabrik pakan ayam dan 18 kandang penelitian mencapai Rp 37 miliar.

Sementara itu, Vice President Global Technical Operations Aviagen Group, Bryan I. Francher, mengklaim JPFA menjadi satu-satunya perusahaan perunggasan yang memiliki fasilitas paling lengkap di Asia, bahkan dunia.

"Saya kira Japfa menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki dua fasilitas penelitian yang paling lengkap yaitu chicken house research farm dan research feed mill," pungkasnya.