Kumparan Logo

Kabar Baik! Ada KUR Buat Alumni Kartu Prakerja yang Wirausaha

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Pemerintah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat atau KUR ultra mikro bagi alumni penerima program Kartu Prakerja yang menjalankan wirausaha. Kebijakan ini merupakan upaya pemberdayaan berkelanjutan ekonomi masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin, menyatakan pemberdayaan berkelanjutan berupa penyiapan KUR ultra mikro bagi alumni penerima Kartu Prakerja itu merupakan arahan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Untuk merealisasikan hal itu, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja melakukan serah terima Data Wirausaha Alumni Peserta Program Kartu Prakerja, khususnya mereka yang terkena PHK. Data inilah yang akan menjadi basis penyaluran KUR ultra mikro.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengatakan pihaknya mengapresiasi kebijakan pemberian KUR kepada Alumni Kartu Prakerja yang terkena PHK ini, karena juga mendukung pertumbuhan dari program Kartu Prakerja ke depannya.

“Acara serah terima data ini, merupakan awal menjadikan program keberlanjutan bagi teman-teman yang sudah menjadi alumni Kartu Prakerja, yang saat ini berwirausaha dan ingin naik kelas, bukan hanya ke kelas mikro tetapi juga ke kelas kecil dan menengah," kata Rudy Salahuddin melalui keterangan resmi, Jumat (5/3).

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari. Foto: Dok. Kantor Staf Presiden

Dia menambahkan, jika pelaku usaha dari alumni Kartu Prakerja ingin meningkatkan kualitas dan skala produksinya, tentu akan membutuhkan tambahan modal. Untuk kebutuhan itulah program KUR bisa digunakan untuk menaikkan skala usaha mereka.

Sementara itu Denni Puspa Purbasari mengungkapkan, terdapat sekitar 19.500 alumni yang menyatakan diri sebagai wirausaha. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa program Kartu Prakerja juga mampu menciptakan wirausaha baru.

“Statistik Manajemen Kartu Prakerja menunjukkan bahwa 35 persen penerima Kartu Prakerja yang dulunya tidak bekerja kemudian menjadi bekerja. Dari persentase itu, 17 persennya menjadi wirausaha," ujar Denni.

Data 17 persen alumni penerima program Kartu Prakerja itulah yang diserahkan kepada Kemenko Perekonomian, untuk menjadi program lanjutan atau program graduasi bagi penerima program Kartu Prakerja, setelah mereka menjadi wirausahawan.

Pembinaan berkelanjutan para wirausaha alumni Kartu Prakerja diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu pertumbuhan wirausaha nasional. Dengan demikian target yang dicanangkan dalam RPJMN tahun 2020-2024 dapat dicapai, yaitu rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen pada tahun 2024.

Ada pun hingga 7 Desember 2020, terdapat 43,8 juta pendaftar di situs resmi program Kartu Prakerja. Jumlah tersebut berasal dari 514 kabupaten dan kota dari 34 provinsi di Indonesia. Sementara dari batch 1-11, sudah ada 5,98 juta orang ditetapkan sebagai penerima Kartu Prakerja, dengan 5,23 juta orang di antaranya sudah menerima insentif.