Kumparan Logo

Kabar Baik! BNI Turunkan Suku Bunga Kredit: Konsumsi, Ritel, Sampai KPR

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sedang menghitung uang sebanyak lima puluh juta rupiah di Jakarta pada Kamis, (19/12). Foto: Dok. BNI
zoom-in-whitePerbesar
Petugas teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sedang menghitung uang sebanyak lima puluh juta rupiah di Jakarta pada Kamis, (19/12). Foto: Dok. BNI

Kabar baik bagi Kamu khususnya nasabah BNI, karena PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memangkas suku bunga kredit. Hal ini dilakukan demi merangsang percepatan pertumbuhan kredit tahun 2021, seperti diamanatkan Presiden Jokowi untuk mencanangkan pemulihan ekonomi dari dampak pandemi.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengatakan pihaknya telah melakukan penyesuaian bunga kredit sejalan dengan bunga acuan Bank Indonesia.

"Dalam menentukan suku bunga kredit hingga ke setiap debitur, kami akan memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung penilaian bank terhadap risiko pada masing-masing debitur atau kelompok debitur," katanya melalui keterangan resmi, Rabu (3/3).

Dia menjelaskan, untuk kredit konsumsi non-KPR per 28 Februari 2021, SBDK (Suku Bunga Dasar Kredit) BNI ditetapkan 8,75 persen atau telah turun dibandingkan akhir Desember 2020 yaitu 11,7 persen.

Gedung kantor pusat Bank BNI di Jakarta. Foto: Antara

Begitu juga untuk Kredit KPR ditetapkan 7,25 persen turun dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yaitu 10 persen.

BNI juga menurunkan SBDK untuk Kredit Ritel menjadi 8,25 persen atau lebih rendah dibandingkan posisi akhir Desember 2020 yaitu 9,8 persen. Sedangkan SBDK Kredit Korporasi yang ditetapkan menjadi 8,0 persen atau turun dibandingkan posisi Desember 2020 yaitu 9,8 persen.

Menurut Royke, kredit berkaitan erat dengan pertumbuhan permintaan domestik yang menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi. Penting bagi perbankan untuk turut meyakinkan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian.

"Untuk itu, Perseroan terus terhubung dengan perkembangan perekonomian terkini yang mendorong adanya penyesuaian terhadap indikator-indikator penting, antara lain SBDK," ujarnya.

Royke menegaskan, BNI akan melakukan review suku bunga secara berkala. Salah satu strategi kami adalah berupaya menekan biaya dana (cost of fund) sehingga suku bunga kredit juga bisa lebih rendah mengikuti tren penurunan suku bunga Bank Indonesia.