KAI Angkut 160 Ribu Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Selama Libur Tahun Baru 2022
·waktu baca 4 menit

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengangkut 160.926 penumpang kereta api jarak jauh selama libur Tahun Baru 2022 atau periode 31 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Adapun rata-rata jumlah penumpangnya mencapai 53.642 per hari.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, jumlah penumpang kereta api tersebut mendominasi penumpang angkutan umum selama libur tahun baru 2022.
"Secara umum penumpang yang menggunakan angkutan darat kereta api laut dan udara mengalami peningkatan 10 persen, paling banyak adalah di sektor kereta api," ujar Budi Karya dalam penutupan posko Nataru, Selasa (4/1).
Sementara itu, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, jumlah penumpang saat libur tahun baru tersebut mencapai 69 persen dari kapasitas yang KAI sediakan, yakni total 234.262 tempat duduk untuk kereta api jarak jauh.
Menurutnya, tidak terjadi peningkatan yang signifikan di stasiun kereta api pada masa libur tahun baru 2022. KAI juga sudah mengantisipasinya dengan menyediakan petugas tambahan untuk mengatur arus penumpang dan menyediakan jumlah perjalanan KA yang cukup sesuai permintaan dari masyarakat.
"Kenaikan hanya 19 persen jika dibandingkan periode yang sama di bulan November, di mana rata-rata KAI melayani 45 ribu pelanggan per hari," ujar Joni, Selasa (4/1).
Kereta Api yang menjadi favorit masyarakat pada periode tersebut adalah KA Airlangga (Pasarsenen - Surabaya Pasarturi pp), KA Sri Tanjung (Lempuyangan - Ketapang pp), KA Kahuripan (Kiaracondong - Blitar pp), KA Jayabaya (Pasarsenen - Malang pp), KA Malabar (Bandung - Malang pp), dan lainnya.
KAI memastikan terus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat guna mencegah penyebaran COVID-19 melalui transportasi kereta api. KAI juga memastikan hanya pelanggan yang benar-benar memenuhi ketentuan yang boleh berangkat naik KA pada masa Nataru ini sesuai dengan regulasi pemerintah.
Sebelumnya, total pelanggan yang ditolak berangkat pada periode 31 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 sebanyak 8.554 orang. Rinciannya adalah belum vaksin kesatu dan kedua 1.384 orang, pelanggan usia di bawah 12 tahun belum PCR 4.419 orang, sakit 19 orang, dan tidak antigen 2.732 orang.
Secara umum, pada periode 17 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022, KAI telah melayani 844.782 pelanggan KA Jarak Jauh atau rata-rata 49.693 pelanggan per hari. Okupansinya mencapai 63 persen dari kapasitas yang tersedia yaitu sebanyak 1.330.787 tempat duduk.
Adapun sepanjang 2021, KAI telah menyalurkan dana sebesar Rp 19,05 miliar untuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program TJSL tersebut disalurkan dalam bentuk Bina Lingkungan, Program Kemitraan, dan Community Relations.
“KAI secara konsisten menyalurkan bantuan TJSL bagi masyarakat dimana pada 2021 kita diterpa berbagai kesulitan seperti dampak pandemi COVID-19 dan sejumlah bencana alam. TJSL yang KAI laksanakan ini menjadi bagian dari BUMN untuk Indonesia,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.
Pada program Bina Lingkungan selama tahun 2021, KAI telah menyalurkan dana Rp 8,7 miliar untuk 239 kegiatan, yang meliputi KAI Sehat Sejahtera (bantuan peningkatan kesehatan dan percepatan vaksin), KAI Pling (bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum serta pelestarian alam), KAI Sar-i (bantuan sarana ibadah), KAI DungMas (bantuan korban bencana alam), KAI Sahabat Difabel dan Sosial Masyarakat, dan KAI Mengajar (bantuan pendidikan).
Di tengah kasus pandemi COVID-19 yang sempat memuncak pada 2021, KAI terus memberikan bantuan TJSL dalam rangka penanganan wabah ini. Bantuan tersebut di antaranya berupa bantuan pelaksanaan sentra vaksinasi bersama BUMN dalam rangka membantu percepatan vaksin, bantuan alat kesehatan pencegahan dan penanganan COVID-19, bantuan sembako bagi korban COVID-19, bantuan untuk rumah karantina, serta bantuan untuk balai laboratorium kesehatan.
Program Bina Lingkungan pada 2021 juga KAI salurkan dalam bentuk bantuan tanggap bencana. Bantuan ini diberikan di antaranya bagi korban banjir dan tanah longsor di sejumlah tempat seperti Sumedang, Garut, Kaligawe, dan Nganjuk; gempa di Malang; serta erupsi Gunung Sinabung dan Gunung Semeru.
"Di tahun 2021, KAI telah melakukan penanaman sebanyak 28 ribu pohon di berbagai daerah dalam rangka mendukung program BUMN Hijaukan Indonesia," kata Didiek.
Selain itu, dalam rangka membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), KAI telah menyalurkan dana Rp 7 miliar bagi 781 mitra binaan KAI di tahun 2021 pada Program Kemitraan. UMKM tersebut meliputi sektor Industri, jasa, perdagangan, perikanan, pertanian, peternakan, dan lainnya.
"UMKM merupakan salah satu pihak yang sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Maka dari itu, KAI mendukung keberlangsungan UMKM melalui bantuan dana kemitraan dan mendorong para UMKM untuk dapat naik kelas," ujar Didiek.
