KAI Bakal Perpendek Headway Green Line Jadi 10 Menit Pakai 12 Gerbong

BP BUMN dan Danantara mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyusun masterplan transformasi perkeretaapian untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, khususnya KRL Jabodetabek.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, meminta Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyusun peta jalan yang mencakup kebutuhan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas jaringan, serta pengalaman pelanggan.
“Saya minta nanti dibikinin roadmap, master plan mengenai transformasi publik kereta api ini,” ujar Dony dalam keterangan resmi, Kamis (15/10).
Berdasarkan proyeksi KAI, jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada 2026 diperkirakan mencapai 375 juta orang, melampaui target awal sebesar 369 juta penumpang.
Hingga September 2026, jumlah penumpang KRL Jabodebek telah mencapai 271 juta orang. Dalam jangka panjang, volume penumpang diproyeksikan mendekati 600 juta orang per tahun pada 2036.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, KAI menyiapkan peningkatan kapasitas layanan melalui pemendekan jarak antarperjalanan dan penambahan kapasitas rangkaian kereta.
Pada lintas Green Line menuju Serpong dan Rangkasbitung, jarak antarperjalanan ditargetkan menjadi kurang dari 10 menit dengan penggunaan rangkaian SF-12. Sementara itu, peningkatan kapasitas melalui penggunaan rangkaian SF-12 pada lintas Cikarang dan Bogor ditargetkan siap pada 2028–2029.
Dony menilai, penyusunan masterplan menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang sekaligus memastikan pengembangan infrastruktur dan layanan perkeretaapian berjalan terarah dalam jangka panjang.
Masterplan juga akan mencakup pembenahan seluruh aspek pendukung operasional, mulai dari optimalisasi jumlah rangkaian kereta, peningkatan kapasitas stasiun dan peron, penguatan sistem komunikasi, hingga penanganan titik-titik dengan kepadatan lalu lintas kereta tertinggi.
“Jadi semua, semua pilarnya itu dirapihin, stasiunnya, bangun master plannya, termasuk jumlah keretanya, stasiunnya, alat komunikasinya, titik traffic yang tertingginya, berapa kapasitas stasiun di situ,” ujar Dony.
Melalui penyusunan masterplan yang komprehensif, BP BUMN dan Danantara mendorong KAI memastikan setiap pengembangan dilakukan secara terintegrasi untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah penumpang.
