KAI Commuter Layani 166,4 Juta Pengguna KRL Jabodetabek selama Semester I 2025
ยทwaktu baca 3 menit

PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatat volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sebanyak 166.432.692 orang sepanjang semester I 2025. Angka ini naik 6,13 persen dibandingkan periode semester I 2024 sebanyak 156.816.151 orang.
Realisasi penumpang KRL Jabodetabek tersebut juga lebih tinggi 22,56 persen dibanding capaian semester I tahun 2023 yang berada di angka 135.793.399 orang.
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, mengatakan peningkatan ini terjadi meskipun di tengah keterbatasan armada, bahkan terjadi krisis sejak semester II 2024 hingga semester I 2025.
Hal ini, kata Asdo, disebabkan banyak armada yang sudah masuk masa konservasi alias pensiun, yakni pada tahun 2023 sebanyak 10 trainset (rangkaian kereta) dengan 12 car (gerbong), lalu 19 trainset pada tahun 2024.
Meski demikian, Asdo menyebutkan perusahaan mengantisipasi kekurangan armada tersebut dengan melakukan rekomposisi penambahan frekuensi perjalanan untuk menjaga waktu tunggu (headway), yakni Lintas Bogor 3-5 menit, Lintas Cikarang 8-10 menit, dan Lintas Rangkasbitung 10 menit.
"Kami sampaikan bahwa akan terjadi krisis di semester II tahun 2024 dan semester I tahun 2025, dan ini benar terjadi. Dalam keterbatasan armada, namun dengan pola operasi yang kita tingkatkan yang lebih baik, kita tetap bisa mengangkut penumpang lebih tinggi atau 6,13 persen," jelas Asdo dalam konferensi pers, Senin (14/7).
Peningkatan volume penumpang tersebut ditunjang oleh pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) baru mulai Februari 2025. Pada Gapeka 2025 ini, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.063 perjalanan Commuter Line Jabodetabek per hari, atau lebih banyak 15 perjalanan dibanding Gapeka 2023 sebelumnya, yaitu sebanyak 1.048 perjalanan.
Di wilayah Jabodetabek pada Juni 2025, Stasiun Bogor merupakan stasiun pemberangkatan dengan volume terbanyak yakni 1.530.425 orang, disusul Stasiun Tanah Abang 1.278.052 orang, dan Stasiun Sudirman 1.015.771 orang. Sedangkan untuk stasiun tujuan dengan pengguna terbanyak adalah Stasiun Bogor dengan 1.519.737 orang, Stasiun Tanah Abang 1.193.887 orang dan Stasiun Sudirman 1.032.704 orang.
Sepanjang semester I 2025 ini, KAI Commuter juga mencatat rata-rata volume transit di Stasiun Manggarai sebanyak 160 ribu hingga 162 ribu orang per hari, di Stasiun Tanah Abang tercatat sebanyak 130 ribu orang dan di Stasiun Duri rata-rata tercatat sebanyak 70 ribu orang per hari.
Sementara itu pada layanan Commuter Line Merak pada periode yang sama, tercatat volume pengguna sebanyak 2.206.671 orang atau lebih tinggi 4,77 persen jika dibanding periode yang sama di tahun 2024 kemarin yaitu sebanyak 2.106.275 orang.
Sedangkan pada layanan Commuter Line Basoetta, pada semester I 2025 ini tercatat volume pengguna sebanyak 2.164.050 orang, atau lebih kecil 3 persen dari periode tahun lalu yaitu sejumlah 1.098.596 orang.
Asdo menambahkan, selain peningkatan volume pengguna, perusahaan juga mencatat kinerja On Time Performance (OTP) yang tetap konsisten. Selama Semester I 2025, ketepatan waktu keberangkatan Commuter line Jabodetabek mencapai 98,6 persen dan ketepatan kedatangan mencapai 98 persen.
Sedangkan untuk Commuter Line Merak ketepatan pemberangkatan dan kedatangan di angka 100 persen. Untuk ketepatan pemberangkatan Commuter Line Basoetta juga mencapai angka 100 persen dan ketepatan kedatangan perjalanan Commuter Line Basoetta mencapai nilai 99,9 persen.
"Tentunya seluruh pencapaian ini salah satunya ditopang oleh kinerja optimalisasi keandalan sarana," imbuh Asdo.
Pada semester I ini, KAI Commuter telah mendatangkan sebanyak sembilan rangkaian KRL baru untuk pergantian operasional sarana, dan saat ini total sebanyak lima rangkaian telah beroperasi di lintas Bogor dan Cikarang.
Sedangkan yang terbaru, KAI Commuter bersama Balai Teknik Perkeretaapian DJKA mengoperasikan bangunan baru Stasiun Tanah Abang, di mana terdapat perubahan pola layanan pengguna dan operasi perjalanan Commuter Line.
