Kala JK Ingatkan Sri Mulyani Jangan Takuti Rakyat Tahun Depan 'Kiamat' Ekonomi
ยทwaktu baca 2 menit

Sejumlah pejabat negara mulai dari Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Presiden Jokowi akhir-akhir ini sering bicara soal kengerian ekonomi tahun depan. Mereka mengutip berbagai prediksi lembaga keuangan internasional yang menyebut perekonomian dunia akan 'kiamat' karena ada ancaman resesi.
Kengerian ini sampai ke telinga Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden Indonesia ini mengingatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk tidak menakut-nakuti masyarakat dengan krisis ekonomi. Jusuf Kalla menyebut ada sebagian krisis menjadi permasalahan rakyat dan ada sebagian yang tidak.
"Saya justru selalu bilang ke Sri Mulyani, 'jangan sering beri takut-takut, tahun depan akan kiamat'. Jangan kasih takut ke semua orang, ini negeri luas," kata Jusuf Kalla dalam Gala Dinner 70th Kalla di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat (28/10).
Harus Tetap Optimistis
Jusuf Kalla menekankan, masyarakat akan menghadapi bersama-sama jika terjadi krisis. Ia menilai tidak ada krisis energi dan pangan di Indonesia.
"Tidak ada krisis energi dan pangan. Di mana krisis energi dan krisis pangan di Indonesia? Kita punya beras masih cukup, berbeda dengan negara lain," ujarnya.
Ia meminta masyarakat untuk optimistis menghadapi masalah ke depannya. Ia merasa bangga bahwa bisnis yang ia geluti yakni KALLA sempat melewati krisis tahun 1996.
"Krisis di Jawa (tahun 1996) justru yang naik. Cokelat dan kopi naik, harga Rp 16.000-17.000. Di luar Jawa seperti Kalimantan dan Sulawesi, industrinya justru menarik," katanya.
Jusuf menyebut, bisnis saat ini masih didominasi oleh China termasuk smelter dan teknologi. Ia optimistis smelter akan beroperasi di Indonesia tahun depan.
"Smelter dari sumber yang bersih karena hydro. Eropa tidak mau beli kalau PLTA dan PLTU tidak memenuhi syarat," pungkasnya.
