Kumparan Logo

Kalsel Mau Terbitkan Obligasi Daerah untuk Bangun Infrastruktur

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelabuhan Pontianak yang berada di tepi Sungai Foto: Resya Firmansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pelabuhan Pontianak yang berada di tepi Sungai Foto: Resya Firmansyah/kumparan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyatakan minatnya untuk menerbitkan instrumen obligasi daerah (municipal bond). Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan, mengungkapkan rencananya instrumen tersebut akan digunakan Pemprov untuk mendanai proyek infrastruktur di daerahnya.

Infrastruktur yang akan dibangun antara lain jalan tol dan pelabuhan. Tak ayal, rencana pembangunan ini membutuhkan pendanaan yang cukup besar.

"Besar sekali (dana yang dibutuhkan). Kalau dihitung seperti itu Rp 10 triliun sampai Rp 20 triliun masih diperlukan," ungkap Rudy di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (15/2).

Artinya obligasi daerah bisa menjadi sumber pendanaan alternatif untuk mempercepat pembangunan. Sebab menurut Rudy, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih terbatas. Sehingga pihaknya pun tidak bisa hanya mengandalkan APBD.

Mobil melintas di jalan tol Jombang-Mojokerto (JOMO) Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Meski demkian, Rudy mengatakan pihaknya belum menetapkan secara pasti kapan obligasi daerah tersebut bakal terbit. Sejauh ini, pihaknya telah menyatakan rencana tersebut kepada direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, salah satunya mendapat restu dari DPRD Kalimantan Selatan.

“Saya baru ke sini nanti pulang baru kira sampaikan. Pada saat kemarin kita ke sana kita diskusi juga dengan DPRD. Artinya memang kesadaran untuk mengeluarkan obligasi daerah di samping Pemdanya harus dari DPRDnya juga. Persetujuan,” ujarnya.

Selain itu, Rudy juga menyadari bahwa penerbitan obligasi daerah tidak hanya bertujuan mencari pendanaan saja. Surat utang ini dipercaya bisa meningkatkan partisipasi masyarakat untuk turut andil dalam pembangunan daerah.

"Obligasi bukan hanya cari uang tapi meningkatkan partisipasi maysarakat untuk pembangunan. Karena uang mereka juga yang dipakai, tentu mereka akan menjaga dan memelihara," tandasnya.