Kumparan Logo

Kasus COVID-19 Melonjak, Erick Thohir Pastikan Stok Obat Aman

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Apotek Kimia Farma Mampang, Jakarta Selatan. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Apotek Kimia Farma Mampang, Jakarta Selatan. Foto: Moh Fajri/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan stok obat-obatan yang diproduksi perusahaan pelat merah tetap terjaga. Menurutnya, ketersediaan obat bisa membantu di tengah melonjaknya kasus penyebaran pandemi COVID-19.

Erick mengatakan salah satu tugas pihaknya dalam upaya menangani pandemi adalah ketersediaan obat yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Tentu hari ini kenapa saya ingin mengecek ulang status obat-obatan yang memang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan BUMN. Untuk Indofarma sendiri itu oseltamivir alhamdulillah stoknya masih cukup tersedia,” kata Erick secara virtual usai berkunjung ke Indofarma, Senin (21/6).

“Sehingga untuk obat antiviral ini insyaallah baik. Ataupun favipiravir yang dulu awalnya sangat ngetop dengan kata Avigan juga stoknya telah dicek, ini dinyatakan masih dalam stok yang baik,” tambahnya.

Erick mengungkapkan saat ini obat yang stoknya terbatas adalah remdesivir. Namun, ia membeberkan di tanggal 18, 28, dan 30 Juni ini pihaknya sudah mulai mengadakannya lagi. Sehingga stoknya bisa dikondisikan lagi.

“Kita juga sekarang mengurus proses bagaimana seperti oseltamivir dan favipiravir kita bisa produksi. Untuk remdesivir ini Insyaallah di September kita mendapatkan lisensi sehingga kita bisa menjaga kebutuhannya,” ujar Erick.

kumparan post embed

Selain itu, Erick menjelaskan pihaknya juga sudah menyiapkan obat ivermectin sebagai sarana terapi penyembuhan COVID-19. Ia bakal terus berkoordinasi dengan Kemenkes dan BPOM mengenai pemanfaatannya.

“Obat ivermectin ini tentu harus izin dokter dalam penggunaannya keseharian,” terang Erick.

Lebih lanjut, Erick menegaskan mendukung setiap upaya pemerintah atau kementerian lainnya dalam mengatasi pandemi COVID-19. Saat ini memang yang disiapkannya adalah mengenai obat-obatan.

“Kami sesuai tupoksi mendukung yang dinamakan PPKM Mikro. Sehingga kondisi daerah-daerah terpencil ini bisa mendapatkan fasilitas obat murah, tidak tergantung daripada obat-obatan yang sangat mahal,” tutur Erick.