Kumparan Logo

Kasus COVID-19 Melonjak, Mandiri Sekuritas Proyeksi Ekonomi RI Mentok 4,4 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan melewati mural yang mempromosikan kesadaran akan wabah penyakit coronavirus. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan melewati mural yang mempromosikan kesadaran akan wabah penyakit coronavirus. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Mandiri Sekuritas memproyeksi pertumbuhan ekonomi domestik mencapai 4,1-4,4 persen sepanjang tahun ini. Kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia dan vaksinasi turut mempengaruhi proyeksi perekonomian.

"Pertumbuhan ekonomi di level 4,1-4,4 persen full year. 2022 pertumbuhan ekonomi kita expect akan mencapai pre COVID-19 level, slightly about 5 persen," ujar Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy dalam Mandiri Sekuritas Outlook 2021-2022, Selasa (29/6).

Dia melanjutkan, pertumbuhan ekonomi akan cenderung berada di batas bawah proyeksi tersebut. Menurutnya, pemulihan ekonomi di negara berkembang seperti Indonesia, lebih lambat dibandingkan negara maju.

"Saya masih lihat kecenderungan ke bawah, karena COVID itu sendiri. Salah satunya karena global recovery base dan negara maju lebih cepat dari recovery base Indonesia," jelasnya.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Foto: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto

Di AS, kasus COVID-19 cenderung menurun dan vaksinasi semakin mendekati herd immunity. Sebaliknya, di Indonesia justru terjadi kenaikan kasus COVID-19, meskipun vaksinasi mulai ditingkatkan menjadi di atas 1 juta dosis per hari.

Selain itu, Leo menyebutkan, faktor pemerintah daerah juga menjadi hambatan bagi pemulihan ekonomi Indonesia. Di saat belanja pemerintah pusat tumbuh 21 persen, belanja pemda justru kontraksi 8 persen.

"Salah satu yang harus di-push juga adalah improve fiscal spending daerah karena masih kontraksi," pungkasnya.

kumparan post embed