Kasus Pelecehan Pramugari Marak, Awak Kabin Terpaksa Ikat Penumpang di Kursi
·waktu baca 1 menit

Kasus kekerasan dan pelecehan pramugari oleh penumpang pesawat marak terjadi dalam penerbangan di masa pandemi ini. Terbaru, seorang penumpang pesawat harus diikat ke kursinya, setelah melecehkan pramugari dalam penerbangan itu.
Kasus tersebut terjadi dalam penerbangan Frontier Airlines dari Philadelphia menuju Miami. Seorang penumpang harus diikat ke kursi, karena meraba-raba payudara dan meninju wajah pramugari di penerbangan tersebut.
Dikutip dari CNBC, Rabu (4/8), penumpang bernama Maxwell Berry (22 tahun) itu diduga mabuk usai menenggak minuman keras. Saat diingatkan atas tindakan pelecehan dan kekerasan, dia melakukan perlawanan fisik sehingga awak kabin dan penumpang terdekatnya mengikat pelaku ke kursi dengan sabuk pengaman.
Kasus ini langsung ditangani polisi, begitu penerbangan Frontier Airlines ini mendarat di bandara Miami.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Sepanjang 2021 ini telah menerima 3.715 laporan perilaku tak patut oleh penumpang pesawat. Dari kasus tersebut, 75 persennya terkait penumpang yang menolak menggunakan masker.
Kasus pelecehan dan kekerasan oleh penumpang pesawat yang meningkat, telah mengkhawatirkan serikat pekerja pramugari di Amerika Serikat (AS). Mereka pun meminta maskapai penerbangan dan jaksa federal untuk tegas mencegah perilaku tersebut.
Sebuah survei oleh Asosiasi Pramugari yang diterbitkan minggu lalu, mengungkapkan 84 persen awak kabin pernah berurusan dengan penumpang pesawat yang nakal. Sementara 17 persen awak kabin mengaku pernah mengalami insiden fisik.
