Kelanjutan Rencana Beras Satu Harga, Bapanas: Belum Ada Pembahasan
·waktu baca 2 menit

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi buka suara soal kelanjutan kebijakan beras satu harga yang menghilangkan klasifikasi beras medium dan premium.
Arief mengatakan hingga kini belum ada lagi pembicaraan lebih lanjut mengenai rencana kebijakan yang digadang-gadang jadi solusi dari maraknya beras oplosan.
“Enggak ada (pembahasan lebih lanjut) sampai hari ini belum ada, (enggak dilanjut?) saya tidak tahu,” tutur Arief di Kantor Bapanas, Rabu (24/9).
Lebih lanjut, Arief menyebut pemerintah kini fokus pada langkah intervensi pasokan dan harga pangan dengan melepas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum Bulog.
Ia juga menuturkan belum ada lagi pembahasan kebijakan beras satu harga sejak pemerintah memutuskan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dari Rp 12.500 per kg menjadi Rp 13.500 per kg.
Arief menilai kebijakan menaikkan HET beras medium telah mengakomodasi biaya produksi beras, baik bagi petani, penggiling, maupun penjual.
“Kemarin setelah harga beras medium dinaikkan dari Rp 12.500 ke Rp 13.500, isu ini mereda. Artinya, pada waktu itu harga memang harus dinaikkan, karena struktur biaya usaha tani itu tidak masuk,” jelasnya.
Arief juga belum bisa memastikan kelanjutan rencana kebijakan ini, apakah tetap berjalan atau ditunda setelah HET beras medium dinaikkan.
“Kemarin kan Pak Menko (Pangan) menyampaikan hasil rapat, kan banyak. Jadi gini, yang urgent pada waktu itu adalah menyeimbangkan harga di hulu dan hilir. Kalau satu harga, sampai hari ini masih ada premium, medium, semua masih ada,” terangnya.
Ia menambahkan pemerintah berhasil menekan harga beras khusus yang sempat melonjak akibat langkanya beras premium di pasaran.
“Yang waktu itu beras khusus tiba-tiba naik karena beras premiumnya tidak ada, sekarang sudah turun di bawah Rp 100.000 untuk 5 kilo, artinya di bawah Rp 20.000 per kg,” tutupnya.
Sebelumnya, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan bahwa rencana klasifikasi HET beras menjadi satu jenis reguler akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto.
Alternatif kebijakan satu HET beras reguler ini telah rampung di Bapanas. Usulan ini nantinya dipertimbangkan setelah dihapusnya kategori beras medium dan premium.
“(Penetapan beras satu harga) lapor Presiden dulu,” tutur Zulhas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Kamis (4/9).
