Bisnis
·
22 Juli 2021 11:15
·
waktu baca 2 menit

Kemendag Gandeng Polri Berantas Penimbunan Alat Kesehatan dan Oksigen

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kemendag Gandeng Polri Berantas Penimbunan Alat Kesehatan dan Oksigen (263842)
searchPerbesar
Sejumlah warga mengantre untuk mengisi ulang tabung gas oksigen di Kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (28/6/2021). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Polri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dan beberapa instansi lainnya bakal menindak tegas penimbunan dan spekulasi alat kesehatan (alkes), obat penunjang COVID-19, hingga oksigen.
ADVERTISEMENT
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, pihaknya punya Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) yang merupakan unit khusus dalam pengawasan dan penindakan pelanggaran dalam bidang perdagangan.
"Kemendag melalui Ditjen PKTN bergerak cepat bersama Polri, BPKN, dan lain-lain. Karena itu bisa kita lihat bahwa penimbunan-penimbunan yang tidak sewajarnya terhadap alkes dan obat covid bisa segera terungkap dan ditangani," tegas Jerry dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/7).
Menurut Jerry, pengawasan dan penindakan yang cepat ini menjadi sarana untuk memberikan efek jera. Ia mengingatkan bahwa negara saat ini sedang berjuang secara sungguh-sungguh untuk mengendalikan penyebaran dan dampak COVID-19. Karena itu, ia meminta kerja sama semua pihak agar tidak mencari kesempatan yang tidak wajar di masa pandemi ini.
ADVERTISEMENT
"Kita menyadari bahwa pedagang dan pelaku usaha juga ingin untung. Tetapi tentu saja ada batas kewajaran tertentu, baik secara legal maupun etis. Karena itu, akan lebih baik jika semua pihak bersikap mendukung masyarakat dan negara dengan melakukan aktivitas yang sewajarnya atau bahkan lebih mengutamakan nilai-nilai sosial," tuturnya.
Jerry memastikan bahwa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat serius dalam menangani lonjakan penderita covid-19 beberapa pekan ini. Varian delta yang menjadi penyebab lonjakan terus ditindaklanjuti dalam berbagai aspek, termasuk dalam aspek perdagangan.
"Pemerintahan Jokowi ingin memastikan bahwa rantai pasokan alkes, oksigen, obat-obatan, serta vitamin bisa berlangsung lancar," ungkap dia.
Dia melanjutkan, keseriusan pemerintah berhasil menekan upaya spekulasi dan hambatan perdagangan, sehingga kelangkaan berbagai alat penunjang dan obat untuk COVID-19 bisa segera teratasi. Saat ini, pasokan oksigen berikut regulator pun mulai teratasi.
ADVERTISEMENT
Hal yang sama tampak pada suplai obat-obatan dan vitamin. Untuk kebutuhan dasar makanan berupa sembako dan lain-lain, juga terhitung sangat aman, sehingga tidak terlihat panic buying di masyarakat.
"Jadi penanganan COVID ini, khususnya dalam bidang perdagangan, relatif sangat terkendali. Kami berharap kerja sama masyarakat. Jika masyarakat melihat ada pelanggaran oleh pelaku tertentu, kami berharap bisa segera melaporkan agar bisa ditindaklanjuti secepatnya," ucap Jerry.
Pada beberapa waktu belakangan ini terjadi kelangkaan oksigen, regulator, obat-obatan, serta vitamin untuk penanganan COVID-19. Kelangkaan ini sebagian disebabkan oleh melonjaknya permintaan pasar karena naik tajamnya penderita COVID-19.
Sebagian lain disebabkan oleh adanya upaya penimbunan beberapa pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Melihat lonjakan permintaan pasar, sebagian pihak berusaha mengambil keuntungan yang tidak sewajarnya.
ADVERTISEMENT