kumparan
26 Maret 2019 14:38

Kemenhub Cari Investor Bangun 3 Proyek Berbasis Rel

Stasiun LRT Kampung Rambutan yang masih dalam proses pembangunan, Jakarta Timur, Kamis (14/3). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini sedang mencari kepastian dana untuk proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Bandung, kereta api di Bali, dan trem Surabaya. Rencananya, ketiga proyek perkeretaapian itu akan ditawarkan ke investor.
ADVERTISEMENT
Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri, menyampaikan saat ini pihaknya masih terus menyiapkan dokumen Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Belum, kita masih menyiapkan KPBU yang sudah making progress sih Medan. Itu kan melalui Bappenas. Juga kami perlu kepastian pendanaan kalau KPBU kan sebagian pemerinatah sebagian dana investasi swasta," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (26/3).
Hingga kini salah satu proyek perkeretaapian yang telah berhasil menggunakan skema KPBU adalah LRT Medan.
Kereta LRT Kelapa Gading Foto: ANTARAA FOTO/Sigid Kurniawan
Zulfikri melanjutkan dalam mempersiapkan dokumen untuk pembangunan 3 proyek perkeretaapian tersebut butuh proses panjang. Oleh karena itu pihaknya enggan menargetkan tahun ini akan dapat pendanaan oleh investor.
ADVERTISEMENT
"Saya kira ini masih penyiapan dokumen kan kalau KPBU itu ada penyiapan offline business casenya ada penyiapan final bussiness casenya ada proses panjang," imbuhnya.
Sementara itu untuk proyek LRT Medan, rencananya akan dibangun sepanjang 21 km dengan biaya investasi sekitar USD 353 juta. Sementara untuk LRT Bandung pada tahap awal yang dibangun koridor III sepanjang 8,5 km berbiaya Rp 1,4 triliun.
Adapun proyek perkeretaapian itu dibangun untuk meningkatkan konektivitas nasional, dan mempercepat pembangunan melalui peningkatan pergerakan penumpang. Mulai tahun ini, market sounding mulai dilakukan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan