Kumparan Logo

Kemenkeu Sebut Pemulihan Ekonomi RI Lebih Unggul dari Negara-negara ASEAN

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi COVID-19 disebut bakal lebih baik dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Sebab, negara-negara di kawasan ASEAN saat ini pertumbuhan ekonominya belum mencapai level seperti sebelum pandemi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sudah bisa lebih baik dibanding sebelum COVID-19 melanda.

"2021 di ASEAN itu mayoritas negara asean PDB nya secara riil masih akan di bawah level sebelum pandemi. Indonesia justru negara di ASEAN yang di 2021 kita harapkan akan sudah melampaui masa sebelum pandemi," kata Febrio saat konferensi pers secara virtual, Rabu (18/8).

kumparan post embed

Febrio mengibaratkan di negara ASEAN di 2020 turun tangganya 3 sampai empat anak tangga. Sementara sejauh ini di 2021 kenaikannya hanya empat anak tangga. Sehingga belum sepenuhnya recovery.

Febrio mencontohkan pertumbuhan ekonomi di Malaysia yang di kuartal II 2020 -17,2 persen. Sementara di kuartal II 2021 tumbuhnya di angka 16,1 persen.

"Indonesia ini termasuk yang better. Di kuartal II (2020) turun lima anak tangga (-5,32 persen), tapi kemudian di (kuartal II) 2021 kita naik tujuh anak tangga (7,07 persen)," ujar Febrio.

"Artinya based effect di tahun 2020 sudah recover, tapi ada tambahan pertumbuhan ekonomi di atas based effect sekitar 2 persen,” tambahnya.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Perbandingan dengan Sejumlah Negara

Febrio memaparkan perbandingan pertumbuhan ekonomi secara tahunan atau yoy kuartal II 2020 dan 2021 dari sejumlah negara. Menurutnya ada negara yang rebound di kuartal II 2021 karena baseline pertumbuhan yang rendah di kuartal II 2020.

Febrio menyebut Inggris tumbuh 22,2 persen di kuartal II 2021 setelah terkontraksi -21,4 persen di kuartal II 2020. Meksiko tumbuh 19,7 persen di kuartal II 2021 setelah pertumbuhannya negatif -18,7 persen di kuartal II 2020.

Sementara itu, Prancis kondisinya pada kuartal II 2020 terkontraksi -18,7 persen dan di kuartal II 2021 tumbuh 18,7 persen. Sedangkan Italia belum sepenuhnya bangkit karena di kuartal II 2021 tumbuh 17,3 persen dari sebelumnya di kuartal II 2020 -18,2 persen.