Kemenkeu: Target Ekonomi 5,5 Persen di 2022 Masih Dibayangi Ketidakpastian
·waktu baca 2 menit

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, mengakui target pertumbuhan ekonomi tahun depan masih dibayang-bayangi ketidakpastian. Ia mengatakan, target 5,5 persen juga sudah mempertimbangkan dampak pandemi COVID-19.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di 2022 bisa mencapai 5,5 persen. Namun, proyeksi tersebut masih dipengaruhi dampak pandemi COVID-19.
“Itu semua sudah ada di dalam hitung-hitungan. Kita ada range di tengah ketidakpastian itu 5 persen sampai 5,5 persen. Kenapa kita pilih range tersebut, karena kita memperkirakan dengan ketidakpastian itu,” kata Febrio saat konferensi pers secara virtual, Rabu (18/8).
Febrio memastikan potensi penerimaan negara baik di pajak maupun non pajak akan terus dimaksimalkan dalam kondisi ketidakpastian karena COVID-19. Ia mengungkapkan persiapan RAPBN 2022 sudah dimulai sejak awal tahun 2021.
Febrio menjelaskan dalam waktu itu ketidakpastian masih menjadi cerminan. Setelah sampai pada pembahasan formal dengan DPR, ketidakpastian masih jadi pembahasan.
“Itu di sekitar di Mei kita menceritakan bagaimana 2022 itu memang punya peluang bagi kita, tapi masih dengan kata kunci ketidakpastian,” ujar Febrio.
Pembahasan tersebut terus berlanjut dan ketidakpastian sudah mulai kembali terlihat dengan merebaknya varian delta di bulan Juli. Menurutnya, kondisi tersebut membuat DPR juga mengakui adanya ketidakpastian di kondisi pertumbuhan perekonomian Indonesia tahun 2022.
“Lalu kemudian puncak delta pemerintah diskusi dengan DPR dalam lapsem (laporan semester), kata kunci ketidakpastian juga muncul. Bahkan kemudian DPR mengatakan pemerintah harus selalu siap mengantisipasi ketidakpastian ini kalau kemudian kondisi lebih buruk dari yang diperkirakan,” tutur Febrio.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan target maksimal 5,5 persen sudah berpijak pada kebijakan reformasi struktural dan memperhitungkan dinamika COVID-19. Jokowi mengungkapkan perkembangan COVID-19 masih sangat dinamis sehingga perlu terus diwaspadai.
Jokowi memastikan menggunakan seluruh sumber daya, analisis ilmiah, dan pandangan ahli untuk mengendalikan pandemi tersebut. Sehingga target ekonomi bisa dicapai secara maksimal.
Jokowi menjelaskan target tingkat pertumbuhan ekonomi ini juga menggambarkan proyeksi pemulihan yang cukup kuat yang didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor sebagai dampak pelaksanaan reformasi struktural.
