Kumparan Logo

Kementan Beri Beasiswa Rp 50 Juta untuk Anak ASN Korban Penembakan di Jayawijaya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat bertemu keluarga ASN yang menjadi korban penembakan KKB di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat bertemu keluarga ASN yang menjadi korban penembakan KKB di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan beasiswa untuk para anak ASN Kementan yang menjadi korban penembakan KKB di Jayawijaya, Papua. Total ada 4 orang anak korban yang menerima beasiswa dari Kementan.

Sebelumnya, tiga ASN Kabupaten Jayawijaya dari Dinas Pertanian yaitu Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35) dan Wli Mbuik (25) menjadi korban meninggal dunia setelah diserang KKB saat menjalankan tugas menyalurkan bantuan ternak, mengecek lahan cetak sawah, dan penyuluhan peternakan ke warga pada Rabu (9/9).

“Insyaallah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita satu orang Rp 50 juta, totalnya dengan keluarganya Rp 300 juta. Hari ini kita serahkan, langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat bertemu keluarga ASN yang menjadi korban penembakan KKB di Kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Selasa (22/9).

Amran menjelaskan beasiswa tersebut diberikan untuk tabungan sekolah maupun kuliah para anak korban. Hal ini agar para anak korban tetap mendapat pendidikan yang tinggi meski sudah ditinggalkan orang tuanya.

Di samping itu, 3 orang anak korban yang sudah lulus pendidikan tinggi juga mendapat kesempatan untuk bekerja di Perum Bulog. Hal itu juga sudah dinyatakan langsung oleh Direktur Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

“Ada tiga orang anak yang ditinggalkan yang sudah selesai (pendidikan) kita pekerjakan, diterima kerja di Bulog. Terima kasih, Pak Dirut, yang masih sekolah kita beri beasiswa,” ujarnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat bertemu keluarga ASN yang menjadi korban penembakan KKB di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Sebelumnya, ketiga ASN Dinas Pertanian yang menjadi korban tersebut diadang oleh kelompok bersenjata saat melintas di Distrik Muliama dan tidak lama setelah itu terdengar letusan senjata api dan tiga ASN tersebut terkena tembakan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga sudah menanggapi tudingan yang menyebut tiga ASN korban penembakan di Jayawijaya, Papua Pegunungan merupakan intel. Tito mengatakan tudingan tersebut kerap digunakan KKB untuk menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Tito kemudian meminta aparat keamanan, mulai dari Polri, TNI, hingga intelijen, meningkatkan pemantauan terhadap pergerakan kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan di wilayah tersebut

Menurut Tito, langkah tersebut diperlukan agar masyarakat, termasuk ASN yang menjalankan tugas, dapat beraktivitas dengan lebih aman dan tenang.