Kementan Mau Bangun Pabrik Pakan di Sentra Jagung, tapi Ada Syaratnya

Kementerian Pertanian mengatakan masalah harga jagung yang meningkat dan memberatkan para peternak disebabkan oleh jauhnya sentra jagung dengan industri pakan. Untuk itu, pihaknya berencana untuk membangun industri pakan di dekat sentra produksi jagung.
"Ini perlu kajian lagi, menguntungkan juga karena selama ini kan sentra jagung dan industri pakan lokasinya jauh, sehingga masalah distribusi bisa membebankan biaya harga jagung," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi saat ditemui di Gedung Kementerian Pertanian, Jalan R.M Harsono, Jakarta Selatan, Senin (12/11).
Agus mengatakan memindahkan pabrik pakan ini butuh waktu mengingat kesulitan yang dihadapi. Selain itu, pihaknya juga akan mempertimbangkan banyaknya jumlah peternak yang ada di wilayah sentra produksi jagung.

"Harus dilihat juga banyak enggak peternaknya di situ, kalau enggak kan nanti buat pabrik di sana tapi harus dikirim lagi. Dan juga, kita akan melihat berapa banyak populasi masyarakat di sana dan berapa banyak yang makan ayam," imbuhnya.
Untuk merealisasikan rencana ini, Kementan meminta kerja sama dengan Bulog dan dukungan dana dari pemerintah. Tahun depan, rencana ini akan diajukan permohonan untuk pemindahan industri pakan ternak ke daerah sentra jagung.
"Negara punya uang, Bulog dikasih kewenangan, kita mau melaksanakan asal uangnya ada. Sejauh ini kami masih baru dalam tahap negosiasi," tutupnya.
Kementan mencatat pada tahun ini kebutuhan jagung bagi peternak mandiri sebanyak 210 ribu ton per bulan atau 2,5 juta per tahun. Sedangkan kebutuhan jagung untuk pabrik pakan ternak mandiri mencapai 650 ribu ton per bulan atau 7,760 juta per tahun.
