Kumparan Logo

Kementerian PUPR Janjikan Tol Cisumdawu hingga Cimalaka Dibuka Akhir Oktober

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan melintasi terowongan kembar di jalur fungsional Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/5/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan melintasi terowongan kembar di jalur fungsional Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/5/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Pengoperasian Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) hingga ruas Cimalaka, dijanjikan dibuka pada akhir Oktober 2022. Pengoperasian ruas tol tersebut, sebelumnya tertunda-tunda karena ada sejumlah gangguan yang diakibatkan kontur jalan.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, menuturkan kondisi topografi jalan tol Cisumdawu memang cukup sulit karena konturnya yang naik turun. Kondisi tersebut menyebabkan geoteknik tidak begitu baik sehingga beberapa kali ada gangguan.

"Sekarang sedang tahap penyelesaian, kita harapkan akhir Oktober sudah bisa kita operasikan. Itu sampai Cimalaka, jadi lumayan bisa mem-by pass Sumedang, Cadas Pangeran, serta titik kemacetan antara Bandung-Sumedang," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, seperti dilansir Antara Kamis (15/9).

Hedy menjelaskan, jika telah dioperasikan, jalan tol sepanjang 61 km itu diharapkan akan dapat mendukung konektivitas akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Keberadaan jalan tol tersebut ditargetkan bisa memangkas waktu tempuh Bandung-Kertajati sepanjang 180 km menjadi hanya satu jam.

"Kita harapkan nanti Kertajati dari Bandung membuat travel time (waktu tempuh) tidak lebih dari satu jam," ujarnya.

Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kanan) dan Menhub Budi Karya Sumadi (kedua kanan) berfoto bersama saat meninjau proyek Tol Cisumdawu. Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto

Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi yang dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp5,5 triliun.

Dari keenam seksi, Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 km dan Seksi 2 Pamulihan-Sumedang sepanjang 17,05 km dikerjakan oleh Pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut.

Ada pun ruas tol Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 4,05 km, Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,20 km, Seksi 5 Legok-Ujung Jaya sepanjang 14,9 km dan Seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT).

"Seksi 4, 5 dan 6 yang dikerjakan BUJT juga kita harapkan Oktober bisa selesai walaupun kondisi realitas di lapangan kami agak pesimis. Kita harapkan paling lambat Desember karena jalan ini sudah ditunggu cukup lama oleh masyarakat," kata pejabat Kementerian PUPR itu.

Ruas Pamulihan-Sumedang-Cimalaka di Jalan Tol Cisumdawu, sempat dibuka secara fungsional pada mudik Lebaran 2022 lalu. Itu pun dilakukan sesuai kondisi, yakni ketika arus lalu-lintas di jalan non-tol sangat padat. Tapi setelahnya, ruas tol itu kembali ditutup.