Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Kemnaker Belum Terima Laporan PHK Sanken Indonesia Usai Pabrik Setop Produksi
20 Februari 2025 14:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi menjelaskan belum adanya laporan PHK pekerja Sanken disebabkan dua kemungkinan.
Pertama belum terjadinya PHK. Kedua, terjadi PHK namun perusahaan memprosesnya berdasarkan ketentuan dan undang-undang dengan menunaikan kewajiban terhadap para pekerja.
“Jika pekerja di PHK tetapi tidak diberikan seluruh hak-haknya, maka dapat segera melaporkan perusahaan ke Dinas tenaga kerja daerah dan atau langsung ke Kementerian Ketenagakerjaan RI,” kata Sunardi kepada kumparan pada Kamis (20/2).
Ia mengimbau kepada perusahaan yang melakukan PHK agar tidak melanggar aturan dan menyalahi regulasi.
“PHK itu adalah jalan terakhir dan hanya perusahaan dan pekerja yang tau kondisi internal apakah perusahaan masih bisa bertahan atau memang harus tutup operasi karena pertimbangan-pertimbangan tertentu seperti bangkrut atau lain-lain,” ujar Sunardi.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membenarkan kabar akan tutupnya PT Sanken Indonesia di kawasan MM2100 Cikarang, Jawa Barat, mulai Juni 2025. Perusahaan ini berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang.
PT Sanken Indonesia memproduksi power supply, UPS, juga transformator. Perusahaan ini berbeda dengan PT Sanken Argadwidja, yang memproduksi elektronik alat rumah tangga seperti penanak nasi, dispenser, mesin cuci, lemari pendingin dan lain-lain yang bermerek Sanken. Adapun pabrik PT Sanken Argawidja yang berada di Tangerang masih beroperasi hingga saat ini.