Kena Gempa, Sembalun Tetap Pasok Bibit Bawang Putih ke Seluruh RI

Gempa berkekuatan 7,0 magnitudo sempat meluluhlantakkan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya, Juli 2018 lalu.
Hunian dan bangunan boleh runtuh, tapi tidak untuk bahan pangan yang tetap tumbuh subur di Sembalun, NTB. Sembalun memang dikenal sebagai pemasok berbagai komoditas seperti bibit bawang putih, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan kentang.
Bahkan untuk bibit bawang putih, Sembalun memasoknya hingga ke seluruh Indonesia. Pasokan paling banyak dikirim ke Jawa, Solok, dan Sumbawa.
Asyari (47), petani sekaligus pemasok bibit bawang putih mengaku, pihaknya punya binaan kelompok petani hingga 30 kelompok, anggotanya mencapai 1.500 petani.
“Ini namanya bibit bawang Sangga Sembalun. Sembalun itu pembibitan nasional, seluruh Indonesia dipasok dari sini. Di sini ada 2 gudang, 1 gudang stoknya ada100 ton. Kita kirim ke Jawa, Solok, Sumbawa,” kata Asyari saat ditemui di gudang miliknya, Desa Sembalun, Kecamatan Lombok, NTB, Selasa (23/10).

Dia mengungkapkan, meski gempa sempat menerjang Lombok, namun pertanian di Sembalun tetap berjalan normal. Bahkan, di tahun depan, saat kondisi mulai normal, pihaknya menargetkan bisa memasok 7.000 ton bibit bawang putih ke seluruh Indonesia.
“7.000 ton tahun depan disiapkan di Sembalun untuk ke seluruh Indonesia,” katanya.
Asyari menjelaskan, bibit bawang putih Sembalun punya beberapa kelebihan di antaranya tetap tumbuh berumbi di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga 1.000 mdpl.
“Kalau bibit bawang putih luar, enggak bisa berumbi. Kalau bibit bawang putih di sini, ditanam di daerah mana pun bisa,” ucap dia.
Meski telah mampu memasok ke berbagai daerah di Indonesia, Asyari menyebutkan, pihaknya belum mampu memasok untuk pasar ekspor.
“Ke ekspor ada keinginan tapi kita belum cukup, masih untuk dalam negeri dulu,” kata dia.

Saat ini, Asyari menyebutkan, harga bibit bawang putih Sangga Sembalun dihargai Rp 55 ribu per kg stabil sejak bulan lalu, namun lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya Rp 40 ribu per kg.
“Ini karena permintaan luar daerah naik jadi bibit naik lagi dengan syarat bersertifikat. Pengujiannya dari mulai tanam di sawah sampai uji laboratorium, kalau enggak sesuai laboratorium tidak jadi bibit,” papar dia.
Selain bibit bawang putih, Asyari menyebutkan, pihaknya juga memasok kentang dan cabai.
“Pengembangan kentang kerja sama dengan Indofood, bibit yang masuk 500 ton dari luar, selain itu cabai, cabai merah besar harganya Rp 10 ribu per kg, cabai keriting merah Rp 12 ribu per kg,” ucapnya.
Untuk mengembangkan pasokan komoditas tersebut, Asyari menyebutkan, pihaknya mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI senilai Rp 250 juta tanpa agunan dengan bunga 7 persen.
“Kita yang penangkar dapat KUR BNI Rp 250 juta tanpa agunan, kalau petani individual Rp 25 juta,” kata dia.
