Kumparan Logo

Kepala BGN Respons Capaian MBG Masih Minim: 2025 Mentok di 70 Juta Penerima

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersiap mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersiap mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Badan Gizi Nasional (BGN) optimistis bisa merealisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini maksimal 70 juta penerima. Padahal target penerima tahun ini mencapai 82,9 juta penerima.

“Kita kejar 82,9 juta (penerima) mudah-mudahan mencapai. Kita optimis lah ya, walaupun mungkin mentok-mentoknya 70 juta gitu. Tapi itu sudah akan melebihi pagu yang 70 juta,” tutur Kepala BGN Dadan Hindayana di sela-sela gelaran 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Kamis (16/10).

Saat ini realisasi MBG baru mencapai 35,6 juta penerima atau menempati 42,9 persen dari target penerima tahun ini sebanyak 82,9 juta penerima. Sementara jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 12.003 unit dan penyerapan anggaran Rp 27 triliun.

video story embed

Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga mengatakan akan mengembalikan dana MBG sebesar Rp 70 triliun. Dana tersebut berasal dari anggaran Rp 100 triliun yang disiapkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk realisasi MBG tahun ini.

Dengan demikian, untuk pelaksanaan MBG tahun ini BGN hanya membutuhkan dana sekitar Rp 99 triliun, terdiri dari Rp 71 triliun jatah MBG dalam APBN 2025 dan Rp 28 triliun dari anggaran tambahan yang tidak dikembalikan pada negara.

“Jadi realisasinya kami mungkin bisa menjangkau Rp 71 triliun plus Rp 28 triliun. Jadi yang 100 triliun disiapkan oleh Pak Presiden itu yang kami gunakan mungkin maksimal Rp 28 triliun, sehingga tahun ini kita kemungkinan besar akan menyerap Rp 99 triliun,” jelasnya.

Kemudian untuk realisasi MBG tahun depan, lanjut Dadan, BGN telah mendapatkan jatah sebesar Rp Rp 268 triliun dengan cadangan Rp 97 triliun. Dengan demikian total anggaran untuk program ini pada 2026 adalah Rp 338 triliun.

Lebih lanjut Dadan menjelaskan, penyerapan anggaran di BGN memiliki korelasi positif dengan jumlah penerima manfaat. Jumlah penerima manfaat tersebut tercermin dari banyaknya SPPG yang terbentuk.

Menurut dia, setiap satu SPPG yang berdiri berarti penyerapan anggaran sekitar Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar per bulan.

“Jadi kalau setiap hari ada 200 SPPG baru, itu artinya Rp 200 miliar setiap bulan, setiap hari bertambah. Sekarang sudah Rp 27 triliun nih, 10 hari ke depan penyerapan kita akan bertambah 6 triliun, menjadi Rp 33 triliun,” jelasnya.