Kumparan Logo

Kepala BPS Ungkap Harga Beras Naik di 200 Wilayah, Tertinggi Capai Rp 60.000/kg

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja memanggul karung berisi beras yang akan didistribusikan di Gudang Bulog Karang Asam Ulu II, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (11/12/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memanggul karung berisi beras yang akan didistribusikan di Gudang Bulog Karang Asam Ulu II, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (11/12/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat kenaikan harga beras di 200 wilayah kabupaten/kota per 22 Agustus 2025. Harga tertinggi berada di Kabupaten Intan Jaya mencapai Rp 60.000 per kilogram untuk beras premium.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan Perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras memang masih tercatat dalam kategori rendah. Meskipun demikian, level harga beras sudah berada pada titik yang tinggi.

“Artinya secara level, secara harga, memang beras dan minyak goreng dalam kategori yang relatif tinggi atau relatif mahal, tetapi perubahannya IPH-nya rendah,” kata Kepala BPS Amalia saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025, yang ditayangkan melalui akun YouTube Kemendagri, Senin (25/8).

Amalia menjelaskan, berdasarkan data BPS Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi wilayah dengan kenaikan IPH tertinggi mencapai 6,07 persen. Dalam hal ini, beras tercatat sebagai komoditas yang memberikan andil terbesar mencapai 2,61 persen.

Zona 1

Adapun BPS mencatat harga beras medium di zona 1 sampai dengan minggu ketiga Agustus 2025 naik 1,1 persen dibandingkan dengan Juli 2025 dengan rata-rata mencapai Rp 14.005. Harga ini berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500.

Sejumlah wilayah dengan harga rata-rata beras medium tertinggi berada di wilayah kabupaten Bolaang Mongondow Timur mencapai Rp 17.952 per kilogram, Kabupaten Wakatobi Rp17.884 per kilogram, kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dan Morowali menyentuh Rp17.000 per kilogram.

Sementara itu, beras premium tercatat naik 0,83 persen dibanding Juli 2025. Secara rata-rata nasional harga beras menyentuh Rp15.437 per kilogram di atas HET Rp 14.900.

Harga rata-rata beras premium tertinggi berada di Kabupaten Wakatobi mencapai Rp 19.851 per kilogram. Disusul oleh Kepulauan Talaud Rp 19.000 per kilogram, Kabupaten Buton Utara Rp 18.750 per kilogram, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Rp.18.000 per kilogram.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Pusat BPS, Selasa (5/11). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Zona 2

Sementara di wilayah zona 2, BPS mencatat rata-rata harga beras medium naik 1,40 persen dibanding Juli 2025 menyentuh Rp14.872 per kilogram di atas HET Rp13.100.

Harga beras tertinggi berada di kabupaten Mahakam Ulu sebesar Rp19.900 per kilogram, Kabupaten Kutai Timur Rp 17.714, Kabupaten Kapuas Hulu rp. 17.400, Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kuantan Singingi Rp 17.000.

Sementara itu, harga rata-rata beras premium juga mengalami meningkat 0,97 persen dibanding Juli 2025 mencapai Rp16.618 per kilogram di atas HET Rp15.400.

Wilayah dengan harga beras tertinggi berada di kabupaten Mahakam Ulu yang menyentuh Rp21.500 per kilogram, Kabupaten Kutai Timur Rp 19.714, Kota Waingapu dan Kabupaten Kutai Barat Rp 19.000, dan Kabupaten Paser rp 18.857 per kilogram.

Zona 3

Amalia mengatakan harga beras medium di zona 3 naik 1,09 persen dibanding periode Juli 2025, dengan rata-ratanya Rp 18.899 per kilogram atau di atas HET Rp 13.500.

Harga tertinggi ada di kabupaten Intan Jaya mencapai Rp 50.000 per kilogram, Kabupaten Puncak Rp 45.000, Kabupaten Pegunungan Bintang Rp 40.000, Kabupaten Tolikara Rp 30.000, dan Kabupaten Puncak Jaya Rp 25.000 per kilogram..

Secara umum harga beras premium di zona 3 naik 0,64 persen dibandingkan Juli 2025 dan menyentuh Rp 20.709 per kilogram. Tertinggi di kabupaten Intan Jaya yang menyentuh Rp60.000 per kilogram.

Reporter: Nur Pangesti

instagram embed