Kereta Cepat Whoosh Berbayar Pertengahan Oktober, Jokowi Beri Bocoran Tarifnya

2 Oktober 2023 14:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat menunggu keberangkatan di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/9/2023). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat menunggu keberangkatan di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/9/2023). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi masih ingin menggratiskan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh, meski moda transportasi itu telah diresmikan pada Senin (2/10). Menurut Jokowi, Kereta Cepat Whoosh akan mulai berbayar pada pertengahan Oktober 2023.
ADVERTISEMENT
Jika tiket berbayar sudah diberlakukan di Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jokowi memberi bocoran kisaran tarif-nya.
"Tarif nanti segera kita putuskan, tapi kurang lebih antara Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu. Kurang lebih segitu. Ini kita perpanjang untuk gratisnya kira-kira sampai pertengahan bulan (Oktober)," ujarnya sesaat tiba di Stasiun Padalarang, usai menjajal Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Halim, Senin (2/10).
Sementara itu Jokowi beralasan, pemberlakuan gratis naik Kereta Cepat sampai pertengahan Oktober 2023 sebagai bentuk layanan kepada rakyat. Menurutnya, yang terpenting transportasi cepat itu bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Sebelumnya, Ridwan Kamil saat masih menjabat Gubernur Jawa Barat, pernah membocorkan tarif KCJB yang menurutnya tidak berbeda jauh dengan Kereta Argo Parahyangan.
ADVERTISEMENT
“Gratis dulu (pas uji coba), setelah (komersial) mendekati angka Rp 300.000-an,” ujar Ridwan Kamil saat ditemui di Djakarta Theater, Sabtu (24/6).
Hal itu juga dikonfirmasi oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. “Yang pastikan kereta cepat itu kan di bawah Kemenhub, jadi kalau saya dan Pak RK (Ridwan Kamil) mungkin sama (soal tarif),” ujar Erick Thohir saat ditemui di Hotel Fairmont Senayan, Selasa (4/7).

Nasib KA Argo Parahyangan

KA Argo Parahyangan. Foto: KAI
Terkait nasib Kereta Api (KA) Argo Parahyangan yang sama-sama melayani rute Jakarta-Bandung seperti KCJB, Presiden Jokowi menyatakan hal itu sebagai pilihan bagi masyarakat.
"Ya tetap nanti kan dilihat, masyarakat itu diberi banyak pilihan. Masyarakat diberi banyak opsi, pilih ini, pilih ini, pilih ini, yang terbaik," kata Jokowi.
ADVERTISEMENT
Presiden membandingkan dengan pengguna kendaraan, yang bisa memilih untuk melintas di jalan nasional atau jalan tol.
Sebelumnya Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, sempat menyebut KA Argo Parahyangan akan disetop.
"Ya [akan ditutup]," ujar Luhut menjawab pertanyaan kumparan soal apakah betul kereta tersebut bakal ditutup, saat ditemui di The Ritz-Carlton Pacific Place, Selasa (29/11). "Nanti kita lihat," sambungnya lagi saat diminta penegasan.