Kumparan Logo

Kerusakan Infrastruktur Akibat Gempa Lombok Mencapai Rp 10,15 Triliun

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berjalan di depan rumah yang roboh akibat gempa di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7). (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)
zoom-in-whitePerbesar
Warga berjalan di depan rumah yang roboh akibat gempa di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7). (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerusakan infrastruktur akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat mencapai Rp 10,15 triliun. Hal itu merupakan hasil verifikasi BNPB per 8 September 2018.

Dari angka itu, kerusakan infrastruktur tertinggi terjadi di Lombok Barat sebesar Rp 3,59 triliun, disusul Lombok Utara sebesar Rp 3,19 triliun, Lombok Tengah Rp 929 miliar, Kota Mataram Rp 750 miliar, Sumbawa Barat Rp 698 miliar, Lombok Timur Rp 607 miliar, dan Sumbaw Rp 379 miliar.

“Total kerusakan akibat gempa di NTB per 8 September 2018 sebesar Rp 10,15 triliun,” kata Kepala BNPB, Willem Rampangilei dalam rapat yang digelar di DPR RI, Jakarta Selatan, Senin (10/9).

Dia menyampaikan, infrastruktur yang rusak akibat gempa NTB meliputi fasilitas ibadah seperti masjid dan gereja, fasilitas pendidikan, rumah penduduk, infrastruktur pariwisata, fasilitas kesehatan, hingga gedung pelayanan publik.

“Gempa di NTB juga mengakibatkan 564 korban jiwa meninggal, 1.469 jiwa luka-luka, dan lebih dari 296 ribu jiwa penduduk mengungsi,” ujarnya.

Willem menambahkan, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat gempa sebesar Rp 8,63 triliun, di mana alokasi terbesar akan disalurkan ke Lombok Utara sebesar Rp 3,09 triliun karena merupakan daerah paling terdampak.

“Total dana siap pakai BNPB yang telah disalurkan sebanyak Rp 282,4 miliar, dan logistik peralatan Rp 94,71 miliar. Totalnya Rp 377,11 miliar,” ucap Willem.