Ketua KEIN Blusukan ke Pabrik Produksi Jaket Merek Hugo Boss di Bogor

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terus bergeliat tumbuh. Sektor yang diandalkan di pasar global ini masih berpeluang untuk terus meningkat tiap tahunnya.
Salah satu industri TPT berorientasi ekspor adalah PT Citra Abadi Sejati. Berlokasi di Cibuluh, Bogor, Jawa Barat, pabrik tersebut memproduksi beragam busana yang 100 persen diekspor. Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir berkesempatan berkunjung ke pabrik Citra Abadi Sejati.
CEO Citra Abadi Sejati, Maniwanen, kepada Soetrisno mengatakan dalam satu tahun pabrik tersebut memproduksi 50 juta potong busana berbagai model.
“Kami ada di 9 lokasi, total ada 27 pabrik. Kapasitas produksi tiap tahun sekitar 50 juta potong untuk keseluruhan pabrik. Tahun ini target juga sama,” ungkap Waniwanen kepada Soetrisno di Cibuluh, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9).

Sedangkan untuk pabrik di Bogor sendiri, Wanimanen mengatakan kapasitas produksi bisa mencapai 150.000 potong per bulan. Menurut dia, pabriknya tersebut melayani produksi untuk 12 merek internasional. Mulai dari Mango, Ralph Lauren, hingga Hugo Boss.
Sehingga menurutnya 100 persen produk tersebut memang ditujukan untuk diekspor. Wanimanen mengatakan pangsa ekspor terbesar saat ini adalah ke Amerika. Dengan total produksi dan pangsa ekspor tersebut, Wani menargetkan tahun ini perseroan bisa meraup pendapatan sekitar USD 385 juta dolar.
“Tahun ini prediksinya revenue sekitar USD 385 juta dolar. Kami punya target bisa menyentuh USD 500 juta dolar. Nanti kami akan perluas tapi di lokasi yg lain. Karena di sini lahan sudah penuh enggak bisa ekspansi lagi,” tandasnya.
Usai mendapatkan penjelasan dari Wanimanen, Soetrisno mengaku senang. Dia optimistis industri tekstil dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia terutama banyak menyerap tenaga kerja. Kemudian industri tekstil Indonesia juga tidak kalah jika dibandingkan dengan Vietnam dan Bangladesh.
"Kita baru saja melihat pabrik milik Pak Wanimanen. Ada satu optimisme yang ditunjukkan oleh industri tekstil. Satu, menyerap tenaga kerja banyak dan kedua, seratus persen ekspor. Artinya dijual ke dunia. Berarti kita enggak kalah sama Vietnam dan Bangladesh," timpal Soetrisno.
