Kisah Slamet Jalankan Pertanian Organik, Mupuk Tanaman Pakai Drone
ยทwaktu baca 3 menit

Hamparan padi mulai menguning di sepanjang jalan Desa Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur pertengahan Mei lalu. Lahan pertanian yang dikelola Perkumpulan Brenjonk secara organik, tanpa pupuk dan pestisida.
Slamet, Direktur Kampung Organik Brenjonk bercerita, Brenjonk yang berdiri sejak 2007 punya anggota 109 orang. 80 persen di antaranya ibu rumah tangga dan sisanya para anak muda Desa Penanggung. Ada tiga fokus yang dijalankan, yakni kesehatan, ekonomi, dan lingkungan Saat ini, mereka fokus pada budidaya tanaman organik, termasuk padi yang telah tersertifikasi.
"Kegiatan kita bertani organik, kemudian tak hanya di aspek produksi tapi juga penanganan pascapanen, jadi ada penanganannya. Kemudian promosi dan pemasaran. Di dalamnya ada sertifikasi organik. Sehingga produk kita punya lisensi organik Indonesia," ungkap Slamet.
Slamet mengakui tadinya, petani kecil kesulitan untuk mengakses pasar premium. Pihaknya lalu bergerak mengupayakan agar produk organik dari petani bisa dijual di supermarket. Saat ini banyak produk petani anggota Perkumpulan Brenjonk yang sudah langganan dijual di pasar modern. Produknya tidak hanya beras, mereka juga memproduksi buah-buahan, sayur-mayur, dan hasil bumi lain.
"Kita punya apa, kita komunikasikan (ke supermarket) karena organik kan enggak ada pasarnya, jadi kita komunikasikan Brenjonk punya ini, punya itu. Lalu mereka order," terang Slamet.
Berbicara volume pengiriman, semua komoditas bisa mencapai 2 sampai 3 ton per bulan. Kalau musim panen raya padi bisa mencapai 5 hingga 10 ton. Ia menuturkan apa yang dilakukan oleh Perkumpulan Brenjonk juga ditularkan ke masyarakat lewat edukasi.
"Kegiatan produksi, pascapanen, kemudian pemasaran itu kita jadikan media edukasi, (itu juga) cara kami mengkampanyekan organik, karena prinsipnya organik itu baik, itu prinsip kesehatan, ekologi pemberdayaan perlindungan, dan sebagainya. Sudah ada 11 ribu orang datang ke sini, edukasi, belajar bersama pembibitan, perawatan tanaman, sampai pemasaran," tutur Slamet.
Dukungan Pengembangan SDM hingga Drone dari Bank Indonesia
Tak hanya soal skema organik, penampakan tak biasa di lahan pertanian Indonesia juga bisa dilihat di lahan kelolaan Perkumpulan Brenjonk. Ada drone yang hilir mudik di atas lahan sawah. Drone sprayer atau penyemprot yang dimanfaatkan untuk memupuk tanaman. Pemanfaatan teknologi yang sudah dijalankan Perkumpulan Brenjonk sejak 2022 lalu.
"Ini salah satu support dari Bank Indonesia (BI), kita dapat support satu unit drone, kita gunakan untuk aktivitas sosial. Kalau waktunya nge-drone ya kita drone. Ini keren membantu kita enggak memanggul tangki," ucap Slamet.
Slamet bilang, dukungan BI untuk Perkumpulan Brenjonk bukan hanya drone. Ada juga edukasi ke anggota perkumpulan terkait pertanian organik sampai pemasarannya. Lalu, dukungan soal eco entrepreneur atau pemandu wisata berorientasi organik.
"Ada grup memandu mereka memandu praktik, kemudian di kelas. Kemudian ada (bantuan) fisik jalan, kita ajukan ke BI kita butuh batu. Kita tata batu, ya batu saja dulu. Setelah itu desa bangun TPT (Tembok Penahan Tanah), Lalu Pak Bupati ngecor, jadi kolaborasi bagus," ungkap Slamet.
