Kumparan Logo

KKP: Kenaikan Tarif Kargo Udara Ganggu Ekspor Ikan Indonesia

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ikan Tuna. Foto: Thinsktock/Daniel Ferryanto
zoom-in-whitePerbesar
Ikan Tuna. Foto: Thinsktock/Daniel Ferryanto

Tarif angkutan kargo udara yang tengah meningkat berdampak pada ekspor produk perikanan Indonesia. Dengan tarif kargo yang tinggi, harga ikan disebut tidak kompetitif di pasar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat peningkatan biaya kargo bahkan mencapai 183 persen dari Januari 2018 hingga Januari 2019.

“Harga jual dengan produk perikanan tidak kompetitif dengan biaya logistik yang lebih dari 20 persen,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Rifky Effendi Hardijanto seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (13/2).

Untuk mengatasi hal ini, KKP menyiapkan sejumlah strategi. Untuk jangka pendek, pihaknya mengaku akan melakukan pembedahan struktur biaya, konsolidasi muatan ikan, hingga inisiasi kerja sama untuk menjamin keteraturan volume dan pengiriman.

embed from external kumparan

Sementara itu, untuk jangka menengah akan dilakukan dengan mendorong ekspor langsung dari Kawasan Timur Indonesia melalui hub Makassar sambil mengurangi double handling.

Adapun untuk strategi jangka panjang pihaknya berencana menambah armada dan memperbaiki sarana distribusi ikan via udara, membuat hub dan spoke logistik untuk hasil perikanan.

Ketiga solusi ini dicetuskan dalam rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan termasuk Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, Angkasa Pura I dan pelaku usaha perikanan pada 6 Februari 2019 di Kantor KKP.

Salah satu pelaku usaha, Direktur CV Jaya Seafood Muhammad Yusuf mengungkapkan, pengiriman ikan segar melalui udara dari berbagai daerah di seluruh Indonesia terganggu akibat kenaikan tarif kargo udara.

"Semua maskapai di semua daerah menaikkan tarif kargo dari pertengahan Januari lalu. Volume ekspor sangat berkurang. Eksportir ikan dari Jakarta dan Bali enggak dapat barang dari daerah," ujar Yusuf kepada kumparan, Rabu (13/2).

Kenaikan tarif kargo mencapai lebih dari 50 persen. Sebagai gambaran, tarif kargo udara dari Gorontalo ke Jakarta sebelumnya Rp 12.000/kg menjadi Rp 33.000/kg, Makassar ke Jakarta sebelumnya Rp 7.000/kg menjadi Rp 19.000/kg, Banda Aceh ke Jakarta sebelumnya Rp 7.000/kg menjadi Rp 16.000/kg.

"Besar harapan kami agar Ibu Susi berkenan untuk membantu kami para pengusaha kecil menyampaikan persoalan ini kepada Bapak Presiden dan instansi terkait demi mendapatkan segera penurunan kembali tarif kargo udara agar kami dapat melanjutkan kembali usaha," tutupnya.